Mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.
SIAPBELAJAR.COM – Tak ada seorang muslim pun yang tidak
ingin pergi ke Tanah Suci untuk ibadah haji. Namun, ada banyak kendala yang
menghalanginya. Selain belum ada uang, kesehatan pun memengaruhi. Ada uang tapi
tidak sehat fisik, tetap sulit untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.
Selain uang dan fisik, ada faktor eksternal yang juga tak
bisa diabaikan. Banyaknya orang yang naik haji membuat daftar tunggu semakin
lama. Coba cek daftar tunggu ibadah haji dalam aplikasi Haji Pintar atau
website Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Beberapa provinsi ada yang
masa tunggunya lebih dari 90 tahun. Jika benar begitu, harus sejak kapan
mendaftar haji, sementara sedikit orang yang bisa berusia di atas 70 tahun.
Kasubdit Siskohat Ditjen PHU, Hasan Afandi, menjelaskan, mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan. Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi.
Baca juga: Film Petualangan Sherina 2 Akan Tayang Tahun Ini
“Tahun ini, kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar
46% dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya,” terang Hasan, Rabu (15/6/2022).
Menurut Hasan, sebelum ada kepastian kuota penyelenggaraan
haji 1443 H pada pertengahan Mei 2022, maka bilangan asumsi yang digunakan
sebagai bilangan pembagi masih menggunakan kuota berdasarkan MoU
penyelenggaraan haji 2020, yaitu 210ribu. Sejak ada kepastian bahwa kuota haji
1443 H adalah sekitar 100ribu, maka bilangan pembaginya mengalami penyesuaian.
“Hal inilah yang secara otomatis menyebabkan estimasi
keberangkatan semakin lama. Sebab, ketika kuota turun, maka otomatis estimasi
keberangkatan akan naik,” jelasnya.
Estimasi tersebut akan terus berjalan sampai dengan adanya
kepastian kuota haji pada tahun 1444 H/2023 M. Jika kuota kembali normal,
misalnya kembali ke 210ribu atau bahkan lebih, maka estimasi keberangkatan akan
mengalami penyesuaian.
Hasan memastikan, perubahan estimasi keberangkatan bukan
karena naiknya jumlah pendaftar dalam kurun Mei – Juni 2022 (setelah penetapan
kuota haji 1443 H). Sebab, kalau kenaikan jumlah pendaftar, dampaknya hanya
pada yang baru mendaftar, tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan estimasi
keberangkatan jemaah yang sudah lama mendaftar.
Diharapkan, tahun depan kuota haji Indonesia kembali normal
atau malah lebih banyak dari kuota normalnya. Dengan begitu, estimasi
keberangkatan jemaah akan kembali berubah, sesuai bilangan pembaginya. ***
Religi
Religi
Religi
Religi
Religi
08 February 2024 - 11:35 wib
07 February 2024 - 01:53 wib
06 December 2023 - 07:35 wib
06 November 2023 - 15:27 wib
06 November 2023 - 12:05 wib