Cara Mengurangi Paparan Formalin

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1655295269459_1655296637

Ilustrasi, Mie yang mengandung formalin

SIAPBELAJAR.COM - Formalin menjadi salah satu jenis bahan kimia yang umum digunakan sebagai bahan pengawet dan pembunuh kuman.

Bahan kimia ini juga sering ditemukan dalam produk pembersih rumah tangga. Namun, penggunaannya perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan dampak tersendiri.

Pasalnya, paparan formalin dalam jangka panjang dapat memicu munculnya gangguan kesehatan serius 

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya Jajat Setia Permana mengatakan, Formalin sendiri adalah zat kimia pengawet mayat dan selama inidilarang penggunaannya untuk bahan pangan yang dikonsumsi oleh manusia.

"Karena sifatnya formalin itu Karsinogen atau carcinogenic yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Efeknya tak langsung seketika tapi akumulatif menyebabkan kerusakan jaringan sampai muncul penyakit kanker,"ujarnya.

Berikut ini beberapa bahaya formalin bagi tubuh yang perlu waspadai

Memicu Munculnya Kanker

Paparan formalin dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Hal tersebut bisa saja terjadi jika seseorang terpapar formalin dalam waktu bertahun-tahun, dalam dosis yang tinggi.

Formalin adalah karsinogenik, yaitu bersifat menjadi penyebab kanker pada manusia.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui berapa kadar pasti formalin yang dapat memicu kanker.

Bahaya Bagi Saluran Pernapasan

Hanya dengan menghirupnya saja, formalin dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan.

Akibatnya, Moms akan mengalami sejumlah gejala, seperti batuk-batuk, radang tenggorokan, nyeri dada, dan mengi.

Apalagi jika sudah memiliki riwayat penyakit asma dan bronkitis. Gejala kedua penyakit tersebut bisa saja muncul dalam intensitas yang lebih parah.

Bukan hanya memicu iritasi saluran pernapasan saja, formalin yang terhirup juga dapat memicu iritasi hidung, tenggorokan, dan rongga mata.

Jika terpapar dalam jangka waktu yang lama, penyakit yang lebih serius seperti luka pada organ paru-paru bisa saja dialami.

Bahaya Bagi Sistem Pencernaan

Bahaya formalin selanjutnya adalah memicu iritasi pada sistem pencernaan. Efek samping yang satu ini dialami saat formalin tertelan masuk ke dalam tubuh.

Hal tersebut bisa saja terjadi, mengingat formalin menjadi salah satu bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan, meski sangat berbahaya.

Jika makanan tersebut dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, bukan hanya dapat merusak saluran pencernaan saja,juga akan mengalami munculnya sejumlah gejala dalam intensitas parah.

Gejala termasuk diare, sakit perut, dan peradangan mulut, kerongkongan, lambung, maupun usus.

Jika sejumlah gejala dibiarkan begitu saja, perdarahan pada organ dalam tubuh, termasuk lambung atau usus mungkin saja dialami.

Kerusakan pada organ hati, limpa, pankreas, dan ginjal pun tidak dapat dihindari. Jika sudah begitu, kematian menjadi komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi. 

Baca juga: Universitas Pancasila (UP) Jalin Kerjasama dengan Kampus Jerman

Meski demikian, ada 10 cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan formalin di rumah, dilansir dari :

1. Pastikan mencuci pakaian baru sebelum digunakan.

2. Menjaga sirkulasi udara di dalam rumah dengan membuka semua jendela.

3. Perhatikan suhu di dalam ruangan. Pakai humidifier jika diperlukan.

4. Ajak anggota keluarga untuk menghirup udara segar di luar rumah.

5. Jangan merokok di dalam ruangan.

6. Gunakan insektisida atau produk pembersih di luar rumah.

7. Rajin mencuci tangan dan membersihkan tubuh.

8. Pastikan untuk mencuci bahan makanan sebelum dimasak.

9. Biasakan memasak hingga matang.

10. Membeli daging ikan atau ayam yang masih segar.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1655295269459_1655296637

Keluarga

Cara Mengurangi Paparan Formalin

SIAPBELAJAR.COM - Formalin menjadi salah satu jenis bahan kimia yang umum digunakan sebagai bahan pengawet dan pembunuh kuman.Bahan kimia ini juga sering ditemukan dalam produk pembersih rumah tangga.