SIAPBELAJAR.COM – Ustadz Abdul Somad menceritakan seorang jemaah pernah bertanya kepadanya terkait perbedaan Idul Adha 1443 Hijriah di Indonesia dan Arab Saudi. "Kita ikut Mekah apa Pekanbaru Ustadz?" tanya jamaah ke UAS.
Ustadz Abdul Somad kemudian menjawab bahwa Mekah dan Pekanbaru memiliki mathla' sendiri. Mathla' yaitu saat terbitnya hilal di suatu wilayah.
"Makkah tu punya mathla' sendiri, Pekanbaru punya mathla' sendiri," ujar UAS. Kondisi ini, katanya, membuat Mekah punya syuruq sendiri begitu juga Pekanbaru punya syuruq sendiri.
" Tak sama. Mana bisa kita ikut Makkah. Kalau kita di Pekanbaru ikut Makkah. Berarti shalat zhuhur kita jam 15.30 WIB," jelasnya.
Jawaban tersebut belum memuaskan jemaah tersebut yang kembali mengajukan pertanyaan tentang perbedaan Arab Saudi yang lebih dahulu melaksanakan Idul Adha 1443 H daripada Indonesia.
" Waktu shalat pakai waktu matahari, kita di timur lebih dulu. Kalau awal bulan tuh ikut hilal, bulan, yang di barat lebih dulu," jelasnya.
Baca Juga: Kenapa Idul Adha 2022 Indonesia dan Arab Saudi Berbeda? Ini Penjelasannya
Jemaah tersebut kembali bertanya, " Tapi kan puasa Arafah itu ikut Wuquf Ustadz?" Mendapati pertanyaan itu, UAS kemudian meminta jemaah tersebut untuk memahami Wuquf di Arab Saudi mengikuti waktu wilayah mana.
" Wuquf ikut apa? Ikut tanggal 9. Tanggal 9 ikut apa? Ikut tanggal 1. Tanggal 1 ikut apa? Ikut hilal. Jadi puasa tu tanggal 9, bukan tanggal 8, bukan pulak tanggal 10," ujar UAS.
Ustaz Abdul Somad meminta umat muslim untuk menghargai perbedaan ini dengan mengikuti mathla' masing-masing daerah. Menurutnya perbedaan ini pernah terjadi sebelumnya.
" Kuraib dari Madinah ke Syam. Di Syam mereka melihat Hilal malam Jum'at. Ibnu Abbas di Madinah melihat Hilal malam Sabtu. Syam dengan Madinah aja beda mathla', apalagi Makkah dengan Pekanbaru," kata UAS.
Trending
Religi
Religi
Religi
Religi
08 February 2024 - 11:35 wib
07 February 2024 - 01:53 wib
06 December 2023 - 07:35 wib
06 November 2023 - 15:27 wib
06 November 2023 - 12:05 wib