Siapbelajar.com - Daging memang asupan tinggi protein yang mengenyangkan. Namun, kebanyakan makan daging bisa menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya. Lalu, apa saja dampak yang timbul jika makan daging berlebihan? Inilah deretan daftar lainnya akibat konsumsi daging secara berlebihan.
1. Bau mulut
Efek samping
kebanyakan makan daging sapi atau daging lainnya dan tidak diimbangi dengan
karbohidrat bisa menyebabkan bau mulut.
Asupan daging terlalu banyak menyebabkan tubuh kelebihan protein dan lemak. Bila kekurangan asupan karbohidrat, tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi.
Pemecahan
lemak inilah akan menghasilkan senyawa keton atau ketosis. Senyawa ini bisa
membuat napas berbau tak sedap.
2. Berat
badan sulit turun
Jika ingin
menurunkan berat badan, kebanyakan makan daging sapi atau daging merah lainnya
justru mempersulit upaya Anda.
Daging bisa
jadi memiliki jumlah kalori yang lebih besar daripada asupan lainnya.
Sebagai
contoh, 100 gram daging yang sudah dibersihkan dari lemak saja memiliki kalori
sebesar 123 kkal. Dengan berat yang sama, 100 gram kentang panggang hanya
memiliki kalori sebesar 93 kkal.
Tentu asupan
kalori yang besar bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik akan membuat
berat badan naik.
Itulah mengapa terlalu banyak makan daging membuat sulit menurunkan berat badan.
Baca Juga : Tips Mengolah Daging Kambing Versi Sehat
3. Meningkatkan
resiko kanker
Dalam
beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuksenyawa karsinogenik , seperti
amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
HCA
terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat
pembakaran zat organik pada daging.
Mengutip studi terbitan Nutrition and Cancer (2013), keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.
Perlu Anda ketahui, kedua senyawa ini mampu menyebabkan mutasi genetik. Sel-sel tubuh pun bisa berubah menjadi ganas dan memicu penyakit kanker.
4. Memicu
sembelit
Pada dasarnya, daging merupakan salah satu makanan kaya protein yang diperlukan tubuh. Sayangnya, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
Artinya, jika makan asupan protein hewani terlalu banyak, Anda rentan kekurangan kandungan serat sehari-harinya. Padahal, serat merupakan zat gizi yang penting untuk menyerap air dan memadatkan feses agar mudah keluar.
Studi terbitan Neurogastroenterologi and Mobility (2015) juga menemukan bahwa asupan lemak jenuh dari daging sebanyak lebih dari 15 gram sehari bisa meningkatkan risiko sembelit. Hal ini dikarenakan lemak jenuh mengaktifkan rem alami pada usus halus. Yang berakibat kepada Gerakan feses yang akan terhambat.
Baca Juga : Tips Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing
5. Meningkatkan
resiko penyakit jantung
Bila Anda
sering mendengar kebanyakan makan daging bisa meningkatkan risiko penyakit
kardiovaskular, pernyataan ini tidak salah.
Lagi-lagi, efek samping makan daging berlebihan ini berasal dari kadar lemak jenuh dan kolesterol. Kedua jenis lemak ini bisa membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat dan aliran darah menuju bagian tubuh pun tidak lancar.
Anda pun akan rentan mengalami stroke, serangan jantung, dan pembengkakan arteri atau aneurisma. Konsumsi daging merah berlebih juga menyebabkan bakteri atau mikrobiota usus menghasilkan senyawa trimetilamina N-oksida (TMAO). Senyawa ini juga berkaitan dengan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Keluarga
Trending
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib