Mediana.id - Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi Islam yang merayakan Idul Adha 1444 H pada hari ini, Rabu 28 Juni 2023. Keputusan ini didasarkan pada hasil hisab atau perhitungan secara astronomis yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Februari lalu.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Nahdlatul Ulama (NU) baru akan menggelar sidang isbat pada malam nanti, Rabu (28/6), untuk menentukan apakah Idul Adha akan jatuh pada Kamis (29/6) atau Jumat (30/6). Sidang isbat ini akan mengonfirmasi hasil hisab dengan pemantauan hilal atau bulan sabit.
Menyikapi perbedaan hari raya ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, berpesan agar umat Islam saling toleran dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Ia juga mengimbau agar merayakan Idul Adha dengan khusyuk, tertib, dan tidak berlebihan.
“Bagaimana caranya bagi kita dan kaum muslimin yang besok menyelenggarakan Idul Adha, kita selesaikan dengan khusyuk, dengan yakin, dan tidak perlu terlalu rame-rame. Bagi yang sudah siap kurban di rumah, silahkan lakukan dengan tertib. Juga yang belum berkurban juga jangan terlalu sensitif,” kata Haedar dalam siaran pers Rabu (28/6).
Haedar juga menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menghormati umat Islam lain yang masih menjalankan puasa Arafah hari ini. Oleh karena itu, ia menghimbau agar pelaksanaan kurban di wilayah-wilayah yang merayakan Idul Adha hari ini ditunda hingga besok.
“Kita hormati mereka yang masih puasa Arafah. Kita tidak ingin ada kesalahpahaman atau kegaduhan di masyarakat. Karena itu, kita anjurkan agar pelaksanaan kurban dilakukan besok setelah salat subuh,” ujar Haedar.
Haedar juga berpesan agar perbedaan perayaan hari raya ini disikapi dengan dewasa. Lebih-lebih bagi para elit, diminta untuk menguatkan narasi persatuan daripada perpecahan.
“Bagaimana mengurus kesejahteraan rakyat sekaligus supaya rakyat umat bersatu dalam perbedaan. Dan dalam perbedaan itu juga harus dewasa,” kata Haedar.
“Idul Adha boleh berbeda tapi yang paling penting, tidak boleh saling menyalahkan, saling menghujat, saling bermusuhan, termasuk di media sosial. Kalau perdebatannya ilmiah gapapa. Tapi kalau sudah saling serang, berhenti saja supaya tidak merusak suasana Idul Adha,” katanya.
“Maka tonjolkan perdebatan keilmuan. Kalau yang ilmunya belum nyampai jangan ikut-ikutan apalagi komen-komen yang tidak bagus. Tapi juga jangan sampai yang merasa punya ilmu debatnya debat kusir," pungkas Haedar.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H bagi seluruh warga Muhammadiyah yang merayakannya hari ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum. Eid Mubarak.
Mediana.id
Trending
Religi
Religi
Religi
Trending
08 February 2024 - 11:35 wib
07 February 2024 - 01:53 wib
06 December 2023 - 07:35 wib
06 November 2023 - 15:27 wib
06 November 2023 - 12:05 wib