Hukum dan Anjuran Puasa Muharram

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Religi
1659755440857_1659755482

Menganal Hukum dan Anjuran Puasa Muharram,

SIAPBELAJAR.COM - Bulan Muharram adalah salah satu bulan suci yang dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa sunnah. Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Muharram adalah bulan terbaik untuk berpuasa selain Ramadhan.

Dalam Haditsnya Rosululloh SAW bersabda bahwa menunaikan ibadah puasa di bulan Muharram  akan mendapat ganjaran pahala yang besar dari Allah.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.” (HR. Muslim). 

Puasa Asyura adalah salah satu puasa sunnah yang dijalankan pada bulan Muharram. Kini, umat Islam di dunia sedang menginjak Muharram 1444 H yang merupakan bulan suci dengan sejuta keutamaan. Berbagai amalan di bulan ini bakal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, termasuk puasa Asyura.

Mengenal Apa Itu Puasa Asyura

Puasa Asyura punya sejarah panjang. Bahkan, puasa ini sudah lebih dahulu dilakukan oleh kaum Yahudi jauh sebelum agama Islam datang. Kaum Yahudi punya tradisi puasa yang dilakukan pada hari ke-10 Tishri sebagai bentuk syukur atas kemenangan Nabi Musa AS bersama Bani Israil atas Fir'aun dan kelompoknya.

Sementara, awal mula umat Islam disunahkan melaksanakan puasa Asyura tidak lepas dari sejarah Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrahnya dari Mekkah ke Madinah. Beliau mendapati kaum Yahudi yang tengah melakukan puasa Asyura dan menanyakan hal tersebut.

"Dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata: 'Rasulullah saw hadir di kota Madinah, kemudian beliau menjumpai orang Yahudi berpuasa Asyura. Mereka ditanya tentang puasanya tersebut, lalu menjawab: 'Hari ini adalah hari dimana Allah SWT memberikan kemenangan kepada Nabi Musa AS dan Bani Israil atas Fir'aun. Maka kami berpuasa untuk menghormati Nabi Musa. Kemudian Nabi SAW bersabda: 'Kami (umat Islam) lebih utama memuasai Nabi Musa dibanding dengan kalian'. Lalu Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura." (HR Muslim)."

Sejak saat itulah Nabi Muhammad SAW melakukan puasa Asyura dan menganjurkan umat Islam untuk melakukan puasa sunnah tersebut. Hingga kini, puasa Asyura terus diamalkan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai salah satu puasa sunnah yang punya beberapa nilai keutamaan.

Hukum dan Anjuran Puasa Asyura

Secara spesifik, puasa Asyura dijelaskan dalam hadits di atas ketika Nabi Muhammad SAW bertemu dengan kaum Yahudi. Namun secara umum, puasa di bulan Muharram hukumnya sunnah dan merupakan sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah-Muharram. Sementara sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam." (HR Muslim)"

Anjuran puasa bulan Muharram juga dijelaskan dalam riwayat lain dan disebutkan bahwa orang yang berpuasa di bulan Muharram dapat diterima taubatnya oleh Allah SWT. Hadits ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib yang mengutip sabda Rasulullah SAW.

"Jika engkau ingin berpuasa setelah Ramadhan, maka berpuasalah pada bulan Muharram. Sesungguhnya bulan tersebut adalah bulan Allah dan pada bulan itu terdapat satu hari di mana ketika suatu kaum bertaubat, Allah juga menerima taubat kaum yang lain." (HR Tirmidzi)."

Puasa Muharram bisa dilakukan kapan saja sepanjang bulan dengan keutamaannya berada di 10 hari pertama.

Di 10 hari pertama itu ada puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram.

Puasa Tasu’a jatuh pada Minggu, 7 Agustus 2022 tepat di tanggal 9 Muharram 1444 Hijriah.

Sementar Puasa Asyura  bertepatan dengan hari Senin, 8 Agustus 2022 atau 10  Muharram 1444 Hijriah.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim yang ingin Puasa Asyura, dibarengi dengan puasa lainnya.

Maka dari itu sebelum melakukan Puasa Asyura, alangkah baiknya kita terlebih dahulu puasa Tasu’a di tanggal 9 Muharram.

Ini karena ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau melihat umat Yahudi berpuasa di hari Asyura untuk mensyukuri peristiwa Nabi Musa yang selamat dari kejaran tentara Fir'aun dengan membelah lautan.

Oleh karena itu, untuk membedakan umat Muslim dan Yahudi maka Rasulullah SAW menganjurkan kita puasa Asyura dibarengi dengan puasa lainnya.

Berikut ini adalah niat Puasa Asyura dan puasa Tasu‘a.

1. Niat puasa Tasu’a

يْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَىنَوَ

“Nawaitu shauma Tasu’a-a lilahi Ta'alaa.”

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta'alaa.”

2. Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Asyura-a lilahi Ta'alaa.”

Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta'alaa.”

Itulah bacaan niat puasa Asyura dan puasa Tasu‘a yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Muslim. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690362346632_1690362433

Religi

Puasa Tasua dan Asyura 2023: Tanggal, Niat, dan Keutamaan

Mediana.id - Puasa tasua dan asyura adalah puasa sunah yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam. Puasa tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan
1659755440857_1659755482

Religi

Hukum dan Anjuran Puasa Muharram

SIAPBELAJAR.COM - Bulan Muharram adalah salah satu bulan suci yang dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa sunnah. Bahkan, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Muharram adalah bulan terbaik untuk berpu
1659793695971_1659793975

Religi

Puasa Asyura 2022 Jadwal dan Keutamaannya

SIAPBELAJAR.COM - Puasa Asyura adalah salah satu puasa sunnah yang dijalankan pada bulan Muharram. Kini, umat Islam di dunia sedang menginjak Muharram 1444 H yang merupakan bulan suci dengan sejuta
1659149830635_1659149908

Religi

Dalil Puasa di Bulan Muharram dan Keutamaannya

SIAPBELAJAR.COM - Puasa Muharram adalah puasa yang dilakukan di bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender hijriah. Puasa Muharram hukumnya sunah, sebagian keterangan menyebutkan puasa muharr