Jangan Diabaikan! Berikut Gejala Awal Infeksi Cacar Monyet

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1654488302902_1654488314

Gejala Awal Infeksi Cacar Monyet

Siapbelajar.com- Ketika pandemi COVID-19 semakin mereda, masyarakat tentu mendambakan kehidupan yang normal seperti sebelum wabah melanda. Namun, kini beberapa penyakit lain kian berdatangan, salah satunya adalah monkeypox atau cacar monyet. Meskipun sampai saat ini cacar monyet di Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda terdeteksi, namun masyarakat tetap harus waspada karena penyakit ini sudah menjangkiti penduduk di beberapa negara barat.

Untuk gejala cacar monyet, tanda yang paling jelas terlihat adalah ruam. Namun, ternyata ada juga gejala lain yang kerap terabaikan yang bisa menandakan sahabat siapbelajar sudah terinfeksi. Berikut siapbelajar.com paparkan gejala lain dari infeksi cacar monyet.

Baca Juga : Makanan yang Tidak Baik untuk Kulit 

Gejala Awal

Dikutip dari Liputan6.com dari CDC, gejala cacar monyet mirip dengan cacar, tetapi umumnya lebih ringan. Meskipun ruam menjadi tanda yang paling nyata, terdapat indikator lain yang bisa menandakan infeksi monkeypox lebih awal. Gejala awal yang kerap terlewatkan ialah demam. Seringkali gejala demam ini disertai dengan sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Sementara itu, ruam umumnya muncul satu sampai tiga hari setelah demam. Penampakan ruam cacar monyet biasanya diawali dengan lesi mulai datar. Kemudian, lesi menjadi terangkat saat terisi nanah dan akhirnya rontok. Umumnya, CDC mengatakan bahwa rentang waktu infeksi hingga menunjukkan gejala ialah 7 dan 14 hari. Namun, kisaran waktu yang lebih besar adalah antara lima hingga 21 hari. Setelah terinfeksi virus, pasien akan sakit selama dua hingga empat minggu sebelum akhirnya pulih.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Akan Membantu Meningkatkan Fokus

Cara Penyebaran Cacar Monyet

CDC menyatakan bahwa penyebaran cacar monyet bisa terjadi saat manusia melakukan kontak dengan manusia, hewan, atau bahan lain yang terinfeksi virus. Manusia dapat tertular virus ini melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Selain itu, penyebaran bisa terjadi saat manusia bersentuhan dengan cairan atau kotoran tubuh hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi daging yang kurang matang. Sementara itu, penularan dari manusia ke manusia bisa terjadi melalui tetesan pernapasan besar. Penularan jenis ini memerlukan kontak tatap muka yang panjang hingga kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi.

Sumber:
https://www.fimela.com/

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663646967872_1663646989

Trending

Peringatan Terkait Kasus Cacar Monyet di China

SIAPBELAJAR.COM - Seorang pejabat tinggi kesehatan China telah memperingatkan penduduk setempat agar tidak menyentuh orang asing, sehari setelah China mencatat infeksi cacar monyet pertamanya.Dalam
1662475109806_1662475132

Trending

Varian baru Cacar Monyet Muncul di Inggris

SIAPBELAJAR.COM - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan kemunculan varian baru dari cacar monyet atau Monkeypox pada Kamis (1/9). Diketahui bahwa pasien tersebut baru saja berpergian dar
1662352821402_1662352868

Trending

Cacar Monyet dapat Menular Melalui Percikan Ludah

SIAPBELAJAR.COM - Ketua satgas cacar monyet Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hanny Nilasari mengkonfirmasi bahwa cacar monyet dapat menular melalui percikan ludah. Hal ini disampaikan
1661912138126_1661912168

Trending

Di Eropa Penularan Cacar Monyet Kini Dapat Ditekan

SIAPBELAJAR.COMĀ - Ada kabar baik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, penularan cacar monyet yang berkelanjutan dari manusia ke manusia dapat dihilangkan di Eropa. Melansir Euronews
1661420443721_1661420474

Trending

Uji Coba Obat Antivirus Cacar Monyet

SIAPBELAJAR.COM - Tim Universitas Oxford yang berjasa dalam menemukan obat yang efektif untuk mengobati Covid-19 sedang menguji coba antivirus yang disebut tecovirimat untuk membantu pemulihan caca