2 Kebijakan Baru Jatah Konsumsi Jemaah Haji di Tanah Suci

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Religi
1655613657701_1655613813

Jemaah haji saat berada di Tanah Suci

SIAPBELAJAR.COM - 2 hal baru dikeluarkan oleh Kementrian Agama RI soal perubahan konsumsi yang didapat jemaah haji saat mereka berada di Tanah Suci baik itu di Madinah maupun di Mekah.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Bina Petugas Haji Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah PHU) Kemenag, Suviyanto mengatakan, ada dua kebijakan baru terkait konsumsi yang diterapkan di musim haji tahun ini.

"Berbeda dengan musim haji sebelunya dua kebijakan baru ini dikeluarkan oleh Kementrian Agama RI." katanya.

Baca jugaSerbuan Calon Mahasiswa Asing ke UMY

Berikut ini dua kebijakan baru soal konsumsi jemaah haji 2022:

1. Makanan Cepat Saji di Armuzna 

Tidak cuma katering harian, JCH 2022 juga akan mendapatkan jatah tambahan makanan untuk bekal saat berkegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Bekal tersebut berupa makanan siap saji yang diberikan dua hari jelang keberangkatan, dan dua hari setelah kepulangan ke hotel. 

"Kebijakan baru ini merupakan evaluasi musim haji sebelumnya karena jemaah cukup sulit mendapat makanan di lokasi Armuzna," kata Suviyanto.

Suviyanto mengatakan, makanan cepat saji ini menyerupai ransum dengan proses penyajiannya yang bisa dengan cepat sehingga memudahkan jemaah.

"Musim haji sebelumnya tidak ada. Jemaah mencari sendiri kebutuhan makanan tersebut,"ujarnya.

2. Jumlah Makan Harian Bertambah

JCH Indonesia akan mendapat katering nasi dan lauk pauk sebanyak tiga kali, yakni pagi, siang, dan malam.

Menurut Suviyanto, Kebijakan ini diambil agar kondisi fisik jemaah makin prima, terutama karena musim haji 2022 masih dalam kondisi pandemi covid-19.

Pada tahun lalu, jemaah hanya mendapat makanan nasi pada siang dan malam, sementara paginya mendapat roti dan buah" terang Suviyanto.

Jemaah haji yang berada di Makkah selama 25 hari akan mendapatkan 75 kali makan. Begitu juga selama di Madinah, JCH akan mendapatkan tiga kali makan.

Makanan tersebut terdiri dari nasi (nasi putih atau nasi kuning) yang dilengkapi lauk berupa ayam, daging, atau telur. Kemudian hidangan penutup berupa buah maupun minuman.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1659269132425_1659269180

Religi

Evaluasi Pelaksanaan Haji 2022

SIAPBELAJAR.COM - Pelaksanaan haji tahun 2022 hampir usai. Hingga saat ini, setidaknya 50 persen jemaah haji asal Indonesia juga sudah meninggalkan tanah suci pulang ke tanah air.“Insya Allah pemula
1659268539251_1659268637

Religi

11 Kloter Dipulangkan, Total 47.490 Jemaah Haji Sudah di Tanah Air

SIAPBELAJAR.COM - Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022M telah memasuki hari ke-58. Saat ini memasuki fase pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia. “Hari ini, jumlah j
16;9 (18)_1657791205

Religi

Enam Kloter Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air pada 15 Juli

SIAPBELAJAR.COM - Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah selesai. Seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah Al-Mukarramah. Mereka akan menj
16;9 (13)_1657781594

Religi

Enam Kloter Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air 15 Juli

SIAPBELAJAR.COM - Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah selesai. Seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah Al-Mukarramah. Mereka akan menj
1657672006028_1657672035

Trending

Bandara Jeddah Bolehkan Bawa Lima Liter Zamzam

SIAPBELAJAR.COM - Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA) Jeddah mengumumkan bahwa jemaah haji diperbolehkan membawa lima liter air zamzam saat kembali ke negaranya, dengan syarat air zamzam terse