7 Karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar untuk PAUD Beserta Strukturnya

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Unduh
1658470466265_1658470527

Foto ilustrasi, 7 Karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar untuk PAUD Beserta Strukturnya

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) telah mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan pada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum tersebut akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran. Merujuk pada kondisi yang mana pandemi covid-19 telah menyebabkan banyak kendala dalam proses pembelajaran pada satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan.

Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu-satunya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran sehingga pada masa pandemi covid-19 tahun 2020 sampai dengan tahun 2021, Kemendikburistek telah mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan.

Sehingga dengan demikian, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjelaskan bahwa pelaksanaan  Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tetap berjalan sesuai agenda pendidikan nasional yang telah ditetapkan. Implementasikan Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana dan tidak dilakukan pembatalan atau penundaan.

Sehubungan dengan hal tersebut maka mulai tahun ajaran 2022/2023, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih secara sukarela oleh satuan pendidikan, hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022 yang ditandatangani 12 Juli 2022 yang menetapkan lebih dari 140 ribu satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

SK tersebut merevisi SK sebelumnya karena terdapat perubahan beberapa satuan pendidikan yang melakukan refleksi dan mengubah level implementasinya. Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong satuan pendidikan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberi fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk membuat kurikulum operasional satuan pendidikan yang kontekstual, agar pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Sebelumnya, Kurikulum Merdeka telah diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Sebagai upaya pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila tersebut maka, Kurikulum merdeka belajar ini juga diberlakukan pada jenjang PAUD sehingga Guru PAUD dihimbau untuk memahami karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar pada Jenjang PAUD karena hal tersebut berkaitan dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada Jenjang PAUD.

Kurikulum Merdeka Belajar akan diterapkan dari mulai jenjang PAUD hingga jenjang tingkat SMA/MA sederajat. Kurikulum Merdeka Belajar pada jenjang PAUD tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang mana perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa PAUD tersebut.

Berikut merupakan 7 karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar pada Jenjang PAUD yang harus dipahami oleh guru PAUD serta orang tua anak didik PAUD, diantaranya yakni:

1. Penguatan kegiatan bermain, hal tersebut bermakna sebagai proses belajar bagi anak didik PAUD

2. Penguatan relevansi PAUD, dimana penguatan ini merupakan fase penting dari perkembangan karakter dan kemampuan anak serta kesiapan anak untuk melanjutkan sekolah pada jenjang berikutnya.

3. Pengaturan rasa cinta pada dunia literasi serta numerasi anak yang perlu dipupuk sejak dini.

4. Karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar pada jenjang PAUD juga sebagai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

5. Adanya proses pembelajaran dan asesmen/penilaian yang lebih fleksibel dibanding sebelumnya.

6. Hasil asesmen/penilaian dapat dijadikan pijakan bagi guru dalam merancang kegiatan bermain. Selain itu, Hasil asesmen/penilaian juga dapat menjadi pijakan orang tua dalam mengajak anak bermain di rumah.

7. Penguatan peran orang tua sebagai mitra satuan.

Dengan memahami 7 karakteristik tersebut, maka guru PAUD akan lebih mudah serta lebih terarah dalam merancang kegiatan belajar mengajar. Selain itu, dengan memahami karakteristik tersebut maka kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran akan tercapai karena seluruh guru PAUD telah memasukkan rumusan kemampuan bagi siswa.

Rumusan kemampuan tersebut bertujuan untuk melihat respon perubahan dari anak didik yang terjadi pada lingkungannya. Selain itu, guru PAUD juga dapat mengembangkan bahan ajar dengan memadukan satuan, kebutuhan anak, kondisi lingkungan serta minat siswa dalam hal tertentu.

Baca jugaPilot Meninggal Dunia setelah Pesawat Citilink Mendarat Darurat

Sehingga dengan demikian, diharapkan alur dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sebagaimana mestinya. Alur pembelajaran pada jenjang PAUD tersebut disarankan untuk lebih fleksibel karena diperlukan kesesuaian dengan kebutuhan dan minat siswa. Selain memahami karakteristik Kurikulum Merdeka Belajar, guru PAUD juga harus memahami struktur kurikulum PAUD, Struktur Kurikulum merdeka di PAUD terdiri atas kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

1. Kegiatan pembelajaran intrakurikuler

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dirancang agar siswa dapat mencapai kemampuan yang tertuang di dalam capaian pembelajaran. Implementasi pembelajaran intrakurikuler di jenjang PAUD adalah bermain bermakna sebagai perwujudan dari Merdeka Belajar, Merdeka Bermain.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan dapat dipilih dengan syarat harus memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Kegiatan pembelajaran juga perlu didukung oleh penggunaan sumber belajar yang nyata dan ada di lingkungan sekitar dan sumber belajar yang tidak ada secara nyata yang dapat dihadirkan dengan bantuan teknologi dan buku bacaan anak.

2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang dengan tujuan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan anak untuk PAUD) dan untuk pengayaan wawasan dan penanaman karakter sejak dini

Penguatan profil pelajar Pancasila pada jenjang PAUD tersebut dilaksanakan dalam konteks perayaan terhadap tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. Pelaksanaan projek penguatan profil Pancasila dapat menggunakan alokasi waktu kegiatan di PAUD. Alokasi waktu pembelajaran di PAUD untuk usia 4-6 tahun paling sedikit 900 menit per minggu. Sedangkan untuk usia 3-4 tahun paling sedikit 360 menit per minggu.

Dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di PAUD tersebut, pemerintah telah menetapkan 4 tema utama yang dapat dikerucutkan menjadi topik oleh satuan pendidikan sesuai dengan konteks wilayah dan karakteristik peserta didik yakni sebagai berikut:

1. Aku Sayang Bumi

Tema Aku Sayang Bumi ini merupakan tema utama yang bertujuan untuk mengenalkan siswa pada isu lingkungan, eksplorasi dalam mencari solusi kreatif yang dapat dilakukan oleh peserta didik, serta memupuk kepedulian terhadap alam sebagai perwujudan rasa sayang terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

2. Aku Cinta Indonesia.

Tema Aku Cinta Indonesia ini merupakan tema utama yang bertujuan agar siswa mampu mengenal identitas dan karakteristik negara, keberagaman budaya dan ciri khas lainnya tentang Indonesia, sehingga mereka memahami identitas dirinya sebagai anak Indonesia, serta bangga menjadi anak Indonesia.

3. Bermain dan Bekerja sama/Kita Semua Bersaudara.

Tema Bermain dan Bekerja sama/ Kita Semua Bersaudara ini merupakan tema utama yang bertujuan untuk mengajak siswa agar mampu berinteraksi dengan teman sebaya, menghargai perbedaan, mau berbagi, dan mampu bekerja sama.

4. Imajinasiku/ Imajinasi dan Kreativitasku.

Tema Imajinasiku/ Imajinasi dan Kreativitasku ini merupakan tema utama yang bertujuan untuk mengajak siswa untuk belajar mengenali dunianya melalui imajinasi, eksplorasi, dan eksperimen. Pada tema ini siswa akan distimulasi dengan serangkaian kegiatan yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu, memperkaya pengalamannya, dan menguatkan kreativitasnya.

Tag :
PAUD
Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

16;9 (47)_1664164385

Trending

PAUD Jadi Penentu Keberhasilan Pendidikan Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi penentu utama keberhasilan pengembangan pendidikan, sehingga kompetensi mereka harus ditingkatkan. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X D
1663818686840_1663818716

Trending

Kemdikbud Beri Kesejahtraan untuk Guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah, ini Kata Nadiem

SIAPBELAJAR.COM - Kemdikbudmengungkapkan kabar gembira untuk guruPAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan Madrasah mengenai pemberian kesejahteraan.Kemdikbud menyatakan bahwa pemberian tunjangan untuk guru PAUD,
1663029901617_1663030046

Trending

Guru PAUD dan Pesantren Bakal Dapat Tunjangan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan ratusan ribu pendidik PAUD dan lembaga pendidikan nonformal yang melayani pendidikan
1662345511338_1662346255

Trending

Nadiem Makarim: PAUD akan Masuk Skema Wajib Belajar 13 Tahun

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan masuk dalam skema wajib belajar 13 Tahun, seba
1661830902921_1661831045

Saintek

PAUD Akhirnya Diakui sebagai Pendidikan Formal

 SIAPBELAJAR.COM - Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) memberi pengakuan kepada lembaga PAUD, pendidik PAUD, dan lembaga pendidikan nonformal yang melayani pendidik