Bank Indonesia Berencana Terbitkan Uang Digital

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1658267148618_1658267174

Bank Indonesia

SIAPBELAJAR.COM - Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan mata uang rupiah digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono mengatakan, akhir tahun ini BI akan mengeluarkan kajian yang berisikan rencana atau konsep mata uang digital bank sentral, juga rupiah digital. Menurutnya kajian tersebut juga akan diikuti oleh consultated paper yang mana kajian tersebut berisikan langkah-langkah besar yang harus dilakukan sebelum memasuki tahapan percobaan dan memulai penerbitan CBDC.

“Dalam waktu dekat, sebagai bagian dari progres pengembangannya, sekarang BI akan menerbitkan white paper, diikuti oleh consulted paper, makalah ini merupakan langkah besar sebelum menguji konsep dan masuk ke fase uji coba,” kata Doni dikutip dari Kompas.com, Selasa (19/7).

Baca juga: Lukisan dan Lagu Bisa Jadi Jaminan ke Bank

Syarat uang digital efektif Menanggapi hal itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, rupiah digital muncul sebagai kekhawatiran akan penggunaan mata uang kripto di Indonesia yang semakin meningkat. Padahal menurut Bhima, penggunaan mata uang kripto ini bisa mengancam stabilitas di sektor keuangan.

Kendati demikian, Bhima menyebut ada sejumlah syarat agar penggunaan rupiah digital bisa efektif.

Pertama, pemerintah harus memblokir total mata uang kripto, sehingga CBDC hanya satu-satunya mata uang yang sah. "Merujuk pada China yang meluncurkan yuan digital, disatu sisi China melarang total transaksi bitcoin dan berbagai kripto lainnya," kata Bhima

"Jangan ada 'matahari' kembar, karena rupiah digital bisa tidak laku," sambungnya.

Kedua, pemerintah harus menjamin protokol keamanan data dan keamanan platform untuk mencegah aksi spekulasi rupiah digital.

Menurutnya, perencanaan rupiah digital harus sangat matang. Sebab hal itu akan mempertaruhkan kredibilitas otoritas moneter dan kurs rupiah.

Baca juga: Sisa Stok H&M Akan Dijual Sebelum Tinggalkan Rusia

Ketiga, interoperabilitas, yaitu rupiah digital bisa digunakan lintas negara dan lintas platform digital. Bhima menuturkan, jika penggunaan rupiah digital benar-benar sukses, hal itu akan memberi dampak positif bagi Indonesia.

"Transaksi bisa lebih aman dan cepat karena dasar teknologinya adalah blockchain, jelas mendorong digitalisasi keuangan di Indonesia," jelas dia. "Kemudian dapat menurunkan biaya transfer antar bank secara signifikan, lebih stabil dibandingkan transaksi mata uang kripto yang nilainya naik turun karena tidak ada pengendali otoritas bank sentralnya," kata dia.

Evolusi sistem pembayaran Dikutip dari kolom Kompas.com, dosen dan peneliti ekonomi di universitas Jember Adhitya Wardhono mengatakan, mata uang digital yang diterbitkan bank sentral merupakan evolusi besar ke depan dari sistem pembayaran.

Atlantic Council melaporkan, per Mei 2022 sudah 10 negara yang resmi meluncurkan CBDC, yaitu Bahama, Jamaika, Antigua dan Barbuda, Saint Kitt dan Nevis, Montserrat, Dominika, Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadines, Grenada, dan Nigeria. Sementara di kawasan ASEAN, hanya negara Singapura, Malaysia, dan Thailand yang melakukan tahap uji coba CBDC. Sedangkan Indonesia, Myanmar, Filipina, Vietnam, dan Laos masih dalam tahap riset.

Sementara, data kepemilikan aset cryptocurrency yang dilansir dari Global State of Crypto Report 2022 memposisikan Indonesia bersama Brasil pada urutan pertama.

Bagaimana dengan Bank Indonesia (BI) sebagai sebuah bank sentral? Menurut Adhitya, bagi BI akan sangat menantang ikut berencana meluncurkan rupiah digital untuk bersaing menghadapi cryptocurrency seperti bitcoin dan ethereum.

Program rupiah digital menjadi bagian proses digitalisasi ekonomi Indonesia yang saling terintegrasi. "Jika BI berencana menjadikan rupiah digital sebagai mata uang digital resmi Indonesia, maka BI juga akan melakoni koordinasi dengan bank sentral negara lain. Memungkinkan kebijakan moneter lebih gesit," kata dia.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1669075330086_1669075408

Saintek

FTBI Bagian dari Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar

SIAPBELAJARCOM - Festival Tunas Bahasa Ibu 2022 merupakan media apresiasi kepada para peserta revitaslisasi bahasa daerah. Festival ini dilaksanakan secara berjenjang dari sekolah di tingkat kecamatan
1664757878564_1664757948

Seniraga

Festival Seni Budaya 2023 Pertemukan ISPO dan OSEBI

SIAPBELAJAR.COM - Festival Sains dan Budaya(FSB) 2023 secara resmi dibuka pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Kegiatan ini mempertemukan dua program besar tahunan yaitu Indonesian Science Project Olympiad (IS
1663990236280_1663990258

Ekonomi

Tips Siasati Cicilan KPR di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

SIAPBELAJAR.COM - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada September 2022. Besarannya pun membuat banyak pihak kaget yakni sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.Artinya, s
1663914169379_1663914306

Ekonomi

Usaha BI Kerek Suku Bunga Bank yang Jeblok

SIAPBELAJAR.COM - Harga saham emiten perbankan jeblok lebih dari 1 persen usai Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen.Mengutip CNN Indonesia, Jumat (23/9
1662627072042_1662627158

Saintek

Kemenag Buka Pendaftaran Program Beasiswa Indonesia Bangkit, Sarjana dan Pascasarjana

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan ‘Program Gelar’ Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini