Dengan penerapan teknologi industri 4.0, industri TPT akan mampu mengembangkan produk sesuai tren yang berkembang
SIAPBELAJAR.COM - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT)
tumbuh signifikan pada 2021. Angkanya mencapai 12,45 persen. Kinerja ekspornya
pun mengalami peningkatan. Untuk itu diperlukan upaya serius dalam menjaga
keselarasan antara pendidikan vokasi dengan industri, termasuk untuk industri TPT.
Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri, Saryadi, mengatakan, untuk mengantisipasi pesatnya perkembangan industri tekstil sebagai akibat revolusi industri 4.0, Kemendikbudristek mendukung penyiapan menyiapkan SDM vokasi yang memiliki seperangkat keterampilan sesuai dengan kebutuhan TPT di Indonesia.
“Pendidikan vokasi siap mendukung program peningkatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui penyiapan SDM yang berkualitas dan kompeten,” ujarnya dalam satu kesempatan.
Ia menjelaskan, implementasi Kurikulum Merdeka di SMK
merupakan salah satu pilar bagaimana membangun keselarasan antara SMK dengan
dunia usaha dunia industri dengan memberikan porsi peran yang signifikan kepada
industri untuk mewarnai kurikulum SMK terkait pembelajarannya.
“Di jenjang pendidikan tinggi, Program Kampus Merdeka Vokasi
juga mencerminkan upaya besar pemerintah untuk memastikan keselarasan
pendidikan tinggi vokasi dengan realita dunia kerja yang dinamis,” tandas Saryadi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Dody Widodo, memaparkan, industri tekstil di dalam negeri telah menempuh perjalanan panjang dari masa kolonial hingga saat ini. Untuk itu, pihaknya menjalankan berbagai kebijakan dan program kerja untuk terus meningkatkan daya saing dan produktivitasnya, sehingga industri tekstil nasional semakin berkembang mengikuti tren pasar global.
Cikal bakal industri tekstil
Dengan penerapan teknologi industri 4.0, industri TPT akan mampu mengembangkan produk-produknya sesuai dengan kebutuhan dan tren yang berkembang. Antara lain memenuhi kebutuhan pasar akan functional apparel maupun technical textile yang dibutuhkan oleh sektor-sektor lain, seperti bidang penerbangan, kesehatan (biomedis), otomotif, pertanian, konstruksi, dan sebagainya.
Dijelaskan, industri tekstil modern Indonesia diawali dengan berdirinya Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1922. TIB merupakan cikal bakal institusi pelayanan jasa industri di lingkungan Kemenperin, yaitu Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT) yang berlokasi di Bandung yang juga membidani pendidikan vokasi tekstil tertua di Indonesia yang sekarang bernama Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung.
Untuk mendidik SDM yang terampil dan kompeten bagi industri TPT, Kemenperin melalui Politeknik STTT menyediakan Pendidikan vokasi hingga jenjang magister terapan (S2). Program ini merupakan magister tekstil pertama di Indonesia dan diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan industri tekstil Indonesia dan memberi manfaat bagi pengembangan keilmuan tekstil maju atau smart textile.
Hal itu sesuai dengan visi Politeknik STTT menjadi penyelenggara pendidikan vokasi industri yang excellence dan berdaya saing global di bidang tekstil dan produk tekstil pada tahun 2035.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib