Subsidi BBM Bengkak Rp 502 Triliun, Harga Pertalite dan Solar Berpotensi Naik

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1660084899152_1660084946

Subsidi BBM Bengkak Rp 502 Triliun, Harga Pertalite dan Solar Berpotensi Naik

SIAPBELAJAR.COM - "Tidak ada negara selain Indonesia yang sanggup menanggung beban subsidi sebesar  Rp 502 triliun."

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka. Sebelumnya, diketahui bahwa subsidi BBM ini berada di angka Rp 170 triliun.

"Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM itu sudah sangat terlalu besar. Tidak ada negara selain Indonesia yang sanggup menanggung beban subsidi sebesar itu," ucap Jokowi  di kanal YouTube Setpres pada Selasa, 9 Agustus 2022.

Meskipun subsidi BBM ini meningkat cukup tinggi, namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif belum bisa memastikan apakah hal ini akan berdampak pada kenaikan harga BBM subsidi atau tidak.

"Belum (ada rencana kenaikan), kami masih mengevaluasi perkembangan. Sekarang dijaga, supaya inflasi jangan tinggi, kami jaga struktur energi dan juga pangan," kata Arifin  usai sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022.

Arifin mengakui harga minyak dunia memang akan terus berada di level yang tertinggi karena eskalasi global terus berjalan. Per 8 Agustus 2022 saja, Minyak Brent berada di harga US$ 95,12 per barel dan minyak West Texas Intermediate (WTI) bercokol di harga US$ 89,16 per barel.

Waspadai Potensi Kenaikan Minyak Dunia

Kenaikan harga minyak dunia ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik global, dari Perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan Cina-Taiwan. Di Indonesia sendiri, pada 3 Agustus lalu, harga Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex telah mengalami kenaikan. Maka muncullah isu BBM subsidi juga akan mengalami kenaikan harga.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono sempat mengungkapkan bahwa pemerintah terus mewaspadai potensi kenaikan. Terutama jika inflasi terjadi akibat harga minyak dunia tidak bisa kembali turun dan masih di atas US$ 100 per barel.

"Sebab dari sisi fiskal, pemberian subsidi energi semakin terbatas sehingga tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penyesuaian harga," ucap Edy.

Menteri ESDM sendiri telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM subsidi. Salah satunya adalah dengan membatasi pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar melalui pendaftaran di MyPertamina.

Langkah antisipasi tersebut tertuang dalam Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM. Beleid tersebut sedang dalam tahap pembahasan dan dijadwalkan rampung akhir bulan ini.


Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687065646010_1687065674

Seniraga

Final Indonesia Open 2023 : Mampukah Antony Ginting Kembali Menaklukan Viktor Axelsen?

Mediana.id - Jakarta, 18 Juni 2023 - Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, berhasil melaju ke babak final Indonesia Open 2023, turnamen bulu tangkis level Super 1000 yang berlangsung di I
1667350863493_1667350968

Saintek

Pertamina, BPBD, dan FPRB Bentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di Semarang

SIAPBELAJAR.COM - PT Pertamina (Persero) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), membentuk Satuan Pendidikan
1666254254612_1666254293

Trending

Vivo Resmi Jual BBM Setara Pertalite Rp12.600 per Liter

SIAPBELAJAR.COM - PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) resmi menjual bahan bakar minyak (BBM) Kamis 920/10) dengan research octane number (RON) 90, yakni Revvo 90 dengan harga Rp12.600 per liter. BBM ini m
1664852802656_1664852918

Trending

Harga BBM PERTAMAX Turun Shell BP Vivo Ikut-Ikutan

SIAPBELAJAR.COM - Harga BBM Pertamina, Shell, BP dan VIVO kompak turun. Per hari Sabtu, 1 Oktober 2022, harga baru BBM terpampang di masing-masing SPBU.Untuk Pertamina, harga BBM yang turun adalah Per
1664718800600_1664718861

Trending

BBM Pertamax Turun Harga

SIAPBELAJAR.COM - PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM Pertamax mulai 1 Oktober 2022. BBM Pertamax turun harga. Harga baru hanya berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, Banten,