Ekonomi Sedang Tidak Mudah, Presiden: Jangan Beli Barang Impor

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1664530334326_1664530351

Ilustrasi - Presiden minta produk-produk UMKM dan koperasi didorong masuk ke dalam e-katalog

Siap Belajar – Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajaran meningkatkan penggunaan anggaran belanja untuk membeli produk dalam negeri. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara jangan dipakai untuk belanja produk impor.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), panglima daerah militer, kepala kepolisian daerah, dan kepala kejaksaan tinggi, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (29/9).

“Jangan sampai, sekali lagi, dalam posisi ekonomi yang tidak mudah ini, APBN, APBD yang uangnya dikumpulkan dari pajak, dari bea cukai, dari penerimaan negara bukan pajak, dari dividen BUMN, kumpul kemudian ditransfer ke daerah, tapi belinya barang-barang impor. Ada produk UMKM, ada produk koperasi, kenapa tidak ke sana?” papar Jokowi.

Ia meminta agar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan koperasi terus didorong agar masuk ke dalam e-katalog. Sebelumnya, Presiden telah memberikan target agar sebanyak satu juta produk UMKM dan koperasi bisa masuk ke dalam e-katalog hingga akhir tahun 2022.

“Saya senang, alhamdulillah dari target yang saya berikan satu juta (produk) untuk akhir tahun, produk-produk UMKM dan koperasi yang telah masuk ke e-katalog sudah mencapai di atas satu juta (produk), yang sebelumnya baru 50 ribu (produk), melompat cepat sekali,” imbuhnya.

Namun, Jokowi tetap meminta seluruh jajarannya untuk terus membina UMKM dan koperasi yang ada di masing-masing daerah agar nantinya mereka siap mendaftarkan produknya masuk ke dalam e-katalog.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mendorong seluruh kepala daerah untuk mengajak masyarakat agar berwisata di dalam negeri. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga agar sektor pariwisata tidak mengalami defisit dan menjaga stabilitas devisa di tengah krisis global.

“Ajak masyarakat kita, ini kita bisa defisit wisata kita, yang datang ke sini belum banyak, yang keluar malah banyak sekali. Hati-hati devisa kita bisa lari lagi kalau caranya kita tidak rem,” ujarnya.

Ia merinci, Indonesia memiliki daerah-daerah tujuan wisata yang baik, seperti Bali, Labuan Bajo, Wakatobi, Danau Toba, Raja Ampat, Bromo, Jogja, Bangka Belitung (Babel), hingga Jakarta. “Hati-hati, sekali lagi, tolong masyarakat diajak, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, ajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri saja,” tandasnya.

Presiden menyayangkan, di tengah situasi krisis global saat ini, justru banyak pihak yang memilih untuk berkunjung ke luar negeri. Ia menilai, hal tersebut seharusnya bisa dibatasi. “Kenapa dalam situasi krisis global seperti ini malah berbondong-bondong ke luar negeri? Dipamer-pamerin di Instagram, apalagi pejabat,” kata Presiden.

Oleh karena itu, Jokowi meminta jajarannya untuk dapat membatasi kegiatan kunjungan ke luar negeri, dan mengajak masyarakat untuk berwisata di dalam negeri. Presiden sendiri mengaku sangat selektif dalam memilih kunjungan ke luar negeri dan hanya memilih kunjungan yang akan memberikan manfaat signifikan. ***

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690427974333_1690428093

Religi

Nazava dan Serikat Ekonomi Pesantren Jalin Kerjasama untuk Kembangkan Usaha Pesantren

Mediana.id - Nazava, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi filter air bersertifikat WHO, menjalin kerjasama dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), sebuah organisasi yang bertujuan untuk meningkat
1689224375512_1689224387

Ekonomi

Refleksi 76 Tahun Koperasi Indonesia: Dari Perjuangan Kemerdekaan hingga Transformasi Digital

Mediana.id - Jakarta - Koperasi Indonesia memasuki usia yang ke-76 tahun pada tanggal 12 Juli 2023. Usia ini bukanlah usia yang muda, melainkan usia yang matang dan berpengalaman. Koperasi Indonesia t
1674181438169_1674186250

Ekonomi

Hadapi Tren Perekonomian Global, Menkeu Sampaikan Empat Fokus di Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia mampu melalui berbagai tantangan di tahun 2022 dengan sangat baik yang ditunjukkan dengan pemulihan ekonomi yang
1672611582194_1672611634

Ekonomi

Ramalan Ekonomi di Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Ekonom dunia memproyeksikan bahwa dunia masih akan tetap menghadapi tantangan yang cukup berat pada 2023 ini.Beberapa ramalan ekonomi dunia pada 2023 seperti dikutip Al Jazeera, Sa
1665394128557_1665394137

Ekonomi

Pintu Ekspor Terbuka bagi UMKM, Pahami Dua Hal Ini

Siap Belajar - Pemilik Mitra Tani Farm (MT Farm), Budi Susilo Setiawan, berbagi pengalaman dalam menembus pasar ekspor bagi produk UMKM. Menurutnya, peluang pelaku UMKM Jawa Barat untuk mengekspor p