SIAPBELAJAR.COM - Usai beberapa waktu lalu pemberitaan kenaikan BBM non subsidi sempat membuat heboh. Kini kabarnya pembelian BBM jenis Pertalite akan dibatasi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati buka suara mengenai wacana pembatasan pembeli Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
Nicke menjelaskan, mekanisme pembelian Pertalite akan dibatasi penggunaan aplikasi MyPertamina. Aplikasi tersebut digunakan untuk pembayaran cashless pembelian BBM di SPBU.
"Kita sedang uji coba untuk menggunakan MyPertamina digunakan untuk subsidi BBM, supaya lebih ditargetkan. Kalau sekarang semua orang bisa, tergantung risih apa enggak pakai mobil bagus beli Pertalite atau Biosolar," jelasnya, Rabu kemarin (8/6).
Baca juga: Bigini Penjelasan Guru Besar Rhenald Kasali Soal Heboh Startup
Disampaikan Nickep, jika penjualan Pertalite dilakukan secara bebas, kuota Pertalite maupun solar bersubsidi tidak akan cukup hingga akhir tahun.
Perhatian pembeli ini terkait kriteria siapa yang berhak menikmati BBM bersubsidi. Menurut Nicke, kuncinya ada di regulasi yang tercantum dalam revisi Perpres No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.
"Nanti ada detailnya jenis-jenis kendaraan masyarakat berhak itu. Nanti yang sudah ada kriteria yang jelas akan langsung bisa di-set di digitalisasinya, jadi nanti kalau ada yang tidak berhak ini tidak bisa ngocor nozzle-nya," tutur Nicke.
Mekanisme tersebut juga dilakukan untuk melindungi para operator SPBU yang sering mendapatkan kekerasan oleh oknum yang memaksa menggunakan subsidi BBM. Jika otomatis diatur melalui aplikasi, pembeli tidak mau harus patuh.
Pembelian BBM Bersubsisi Melalui Aplikasi
Nantinya, kata Nicke, seluruh pemilik kendaraan yang berhak, wajib mendaftarkan nomor pelatnya di aplikasi MyPertamina jika ingin BBM subsidi
Selain dari kriteria pembeli, Nicke menjelaskan penjualan Pertalite dan Solar juga akan dibatasi dari kuota pembelian harian. MyPertamina nantinya akan mendeteksi kendaraan yang melebihi jumlah kuota.
"Yang Nakalnya tuh beli 150 liter, lalu beli lagi 150 liter, beli lagi 100 liter, jadi total dalam sehari itu bisa 2000 liter misalnya. Itu juga sama secara sistem akan membantu (diatur)," tambahnya.
Dia juga memastikan, sistem digitalisasi ini juga tidak akan diterapkan di SPBU besar, namun juga di 321 lokasi BBM satu harga dan 4.500 Pertashop yang tersebar di desa-desa kecil di seluruh Indonesia.
"Pertashop juga akan kita pasang digitalisasinya untuk memastikan karena asupannya ini kadang terlambat, kita bisa pastikan untuk supply setiap desa ini bisa kita lakukan. jadi program ini untuk meningkatkan aksesibilitas energi," pungkasnya.
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib