Efek Kebanyakan Makan Daging Sapi

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1657429072169_1657429098

Akibat Kebanyakan Makan Daging Sapi

SIAPBELAJAR.COM - Perayaan Idul Adha identik dengan proses penyembelihan hewan kurban. Pada perayaan Hari Raya Idul Adha, biasanya umat Islam akan berkumpul bersama keluarga dan saudara untuk menikmati berbagai olahan yang terbuat dari daging sapi.

Namun, tahukan Anda? jika mengonsumsi daging sapi secara berlebihan ternyata bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. 

Apa efek kebanyakan makan daging?

Berikut berbagai bahaya makan daging sapi dan daging merah lainnya setiap hari dalam jumlah besar.

1. Bau mulut

Efek samping kebanyakan makan daging sapi atau daging lainnya dan tidak diimbangi dengan karbohidrat bisa menyebabkan bau mulut.

Asupan daging terlalu banyak menyebabkan tubuh kelebihan protein dan lemak. Bila kekurangan asupan karbohidrat, tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energi.

Pemecahan lemak inilah akan menghasilkan senyawa keton atau ketosis. Senyawa ini bisa membuat napas berbau tak sedap. Memang, proses ini berpotensi menurunkan berat badan secara perlahan, tetapi terlalu banyak keton di dalam tubuh ini menyebabkan bau mulut.

2. Meningkatkan risiko degenerasi makula

Kebanyakan makan daging merah ternyata berpotensi meningkatkan risiko penyakit mata degenerasi makula akibat usia.

Studi terbitan American Journal of Epidemiology (2009) menemukan bahwa konsumsi daging merah sebanyak lebih dari 10 kali per minggu meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula lebih awal.

Penelitian ini menjelaskan bahwa asupan daging merah yang tinggi bisa meningkatkan senyawa nitrosamin menjadi racun bagi retina.

Selain itu, asupan daging terlalu banyak menyebabkan adanya tumpukan lemak dan protein di bawah retina. Kedua hal ini membuat mata rentan mengalami kebutaan akibat degenerasi makula.

3. Berat badan sulit turun

Jika ingin menurunkan berat badan, kebanyakan makan daging sapi atau daging merah lainnya justru mempersulit upaya Anda. Daging bisa jadi memiliki jumlah kalori yang lebih besar daripada asupan lainnya.

Sebagai contoh, 100 gram daging yang sudah dibersihkan dari lemak saja memiliki kalori sebesar 123 kkal. Dengan berat yang sama, 100 gram kentang panggang hanya memiliki kalori sebesar 93 kkal.

Tentu asupan kalori yang besar bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik akan membuat berat badan naik. Itulah mengapa terlalu banyak makan daging membuat Anda sulit menurunkan berat badan.

4. Meningkatkan risiko kanker

Dalam beberapa kasus, pengolahan daging bisa membentuk senyawa karsinogenik, seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

HCA terbentuk saat daging dimasak pada suhu tinggi, sedangkan PAH terbentuk saat pembakaran zat organik pada daging.

Mengutip studi terbitan Nutrition and Cancer (2013), keduanya diyakini dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar dan rektum.

Perlu Anda ketahui, kedua senyawa ini mampu menyebabkan mutasi genetik. Sel-sel tubuh pun bisa berubah menjadi ganas dan memicu penyakit kanker.

Selain itu, lemak pada daging merah memicu produksi hormon estrogen. Ketidakseimbangan estrogen bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko kanker payudara.

Ketidakseimbangan hormon pria juga terjadi akibat lemak jenuh dari daging merah. Jadi, risiko kanker prostat pun meningkat. Oleh karena itu, tidak heran bila kebanyakan makan daging bisa meningkatkan risiko berbagai macam kanker.

Kebanyakan makan daging berlebihan juga berisiko memicu kanker karena beberapa cara pengolahannya bisa menghasilkan senyawa karsinogen, dan lemak jenuhnya mengganggu keseimbangan hormon.

5. Memicu sembelit

Pada dasarnya, daging merupakan salah satu makanan kaya protein yang diperlukan tubuh. Sayangnya, daging tidak memiliki kandungan serat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Artinya, jika makan asupan protein hewani terlalu banyak, Anda rentan kekurangan kandungan serat sehari-harinya. Padahal, serat merupakan zat gizi yang penting untuk menyerap air dan memadatkan feses agar mudah keluar.

Studi terbitan Neurogastroenterology and Motility (2015) juga menemukan bahwa asupan lemak jenuh dari daging sebanyak lebih dari 15 gram sehari bisa meningkatkan risiko sembelit.

Hal ini dikarenakan lemak jenuh mengaktifkan rem alami pada usus halus. Efeknya, gerakan feses pun terhambat. Jadi, tak heran bila kebanyakan makan daging kambing maupun daging lainnya bisa menyebabkan sembelit (konstipasi), bahkan BAB berdarah.

6. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Lagi-lagi, efek samping makan daging berlebihan ini berasal dari kadar lemak jenuh dan kolesterol. Kedua jenis lemak ini bisa membentuk plak yang menyumbat pembuluh darah.

Akibatnya, tekanan darah pun meningkat dan aliran darah menuju bagian tubuh pun tidak lancar. Anda pun akan rentan mengalami stroke, serangan jantung, dan pembengkakan arteri atau aneurisma.

Konsumsi daging merah berlebih juga menyebabkan bakteri atau mikrobiota usus menghasilkan senyawa trimetilamina N-oksida (TMAO). Senyawa ini juga berkaitan dengan risiko penyumbatan pembuluh darah.

Nutrisi yang bersumber dari protein hewani memang diperlukan, Sobat Siapbelajar.com namun sebaiknya, konsumsilah dengan sewajarnya saja untuk menghindari risiko tersebut di atas.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1657459895274_1657459918

Keluarga

Tips Menyimpan Daging Kurban

SIAPBELAJAR.COM - Hari Raya Idul Adha tiba, momen yang ditunggu banyak orang, di hari ini sebagian besar umat islam suka mendapatkan daging dari para pengurban.Pada hari baik ini banyak orang lebih me
1657429072169_1657429098

Keluarga

Efek Kebanyakan Makan Daging Sapi

SIAPBELAJAR.COM - Perayaan Idul Adha identik dengan proses penyembelihan hewan kurban. Pada perayaan Hari Raya Idul Adha, biasanya umat Islam akan berkumpul bersama keluarga dan saudara untuk menikmat