Ahli Ungkap Manusia Bisa Punya Kembaran meski Bukan Saudara

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1661664756858_1661664782

Ahli Ungkap Manusia Bisa Punya Kembaran meski Bukan Saudara

SIAPBELAJAR.COM - Di situasi dunia saat ini, ada banyak orang yang mungkin pada akhirnya memproduksi manusia dengan sekuens DNA yang mirip, kata Manel Esteller, periset dari Josep Carreras Leukaemia Research Instituteseperti dikutip CNN.

Manel bersama seniman kanada Francois Brunelle melakukan riset terhadap 32 orang yang mirip secara fisik, namun tak berhubungan saudara. Kemudian, dalam proyek yang diberi nama "I'm not a look-alike (saya bukan saudara kembar)", Manel melakukan tes DNA kepada para partisipan.

Pada mulanya, para partisipan harus mengisi jawaban dari beberapa pertanyaan. Kemudian, para ilmuwan menaruh foto para partisipan ke dalam tiga program pengenalan wajah (facial recognition) berbeda.

Dari 32 partisipan, 16 pasang ternyata mendapatkan skor yang mirip menggunakan perangkat lunak yang sama. Kemudian 16 partisipan lainnya terlihat sama secara kasat mata.

Namun algoritma perangkat lunak tidak mengidentifikasi mereka mirip. Lebih lanjut, para ahli melihat lebih dekat kepada DNA para partisipan.

16 partisipan yang dinyatakan sama oleh program disebut punya gen yang mirip daripada 16 paritsipan lainnya. "Kami dapat melihat bahwa mereka yang mirip ini pada faktanya berbagi beberapa varian genetik. Dan itu sangat umum di antara mereka," ujar Manel.

"Jadi, mereka berbagi varian genetik yang berhubungan semisal bentuk hidung, mata, mulut, bibir, dan bahkan struktur tulang. Itu adalah kesimpulan utama bahwa gen membuat mereka mirip," ujarnya menambahkan.

Kendati ada kemiripan, Manel menemukan perbedaan pada para partisipan risetnya. Ketika para ilmuwan melihat kepada apa yang disebut epigenom dari para kembaran, mereka menemukan adanya perbedaan.

Epigenetik sendiri merupakam bidang studi yang memelajari bagaimana lingkungan dan perilaku bisa menyebabkan perubahan cara kerja gen seseorang. Kemudian, ketika para ilmuwan melihat lagi ke dalam mikrobioma dari pasangan yang terlihat sangat mirip, mikrobiomanya juga berbeda.

Mikrobioma sejatinya merupakan sejumlah virus, bakteri, dan fungi yang terlalu kecil untuk dilihat. Namun mereka hidup dalam tubuh manusia. "Hasil ini tidak hanya menyediakan pandangan soal gen yang menentukan wajah kita, melainkan juga mungkin punya implikasi untuk properti antropometrik manusia dan bahkan karakter masing-masing," tulis Manel dalam risetnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1679650718285_1679650570

Saintek

Inggris Menutup Pintu Bagi Mahasiswa dan Ilmuwan China

SIAPBELAJAR.COM - Inggris melarang lebih dari 1.000 mahasiswa pascasarjana dan ilmuwan China untuk belajar dan bekerja di institusi Inggris pada tahun lalu di tengah ketegangan kerja sama akademik
1668926783037_1668926773

Saintek

Seruan Universities UK Kepada Pemerintah untuk Mendukung Riset & Inovasi

SIAPBELAJAR.COM - Universities UK, organisasi yang mewakili 140 universitas di Inggris Raya, meminta pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam penelitian dan inovasi untuk jangka panjang karena
1663551687655_1663551732

Trending

Ilmuwan Kembangkan Plastik yang Bisa Mensterilkan Diri Sendiri

SIAPBELAJAR.COM - Para ilmuwan telah mengembangkan plastik pembunuh virus yang dapat mempersulit serangga, termasuk Covid menyebar di rumah sakit dan panti jompo.Tim di Queen's University Belfast m
1661664756858_1661664782

Keluarga

Ahli Ungkap Manusia Bisa Punya Kembaran meski Bukan Saudara

SIAPBELAJAR.COM - Di situasi dunia saat ini, ada banyak orang yang mungkin pada akhirnya memproduksi manusia dengan sekuens DNA yang mirip, kata Manel Esteller, periset dari Josep Carreras Leukaemi
1661164251181_1661164545

Share and Care

Ilmuwan akan Hidupkan Harimau Tasmania yang Hampir Punah

SIAPBELAJAR.COM - Ilmuwan Amerika serikat dan Australia berencana menghidupkan kembali Harimau Tasmania. Diketahui bahwa harimau Tasmania terakhir mati pada tahun 1936 di kebun Binatang Hobart. Popula