SIAPBELAJAR.COM - Perusahaan
yang berkantor di San Bruno, California ini mulai berinovasi dengan meluncurkan
platform video pendek guna menyaingi Tiktok yang saat ini menjadi raja platform
video pendek.
Saat ini Youtube Short sudah menginjak 2 Tahun sejak
peluncuran, dan Youtube mengklaim 1,5 milliar pengguna bulanan masuk ke Youtube
Short.
Baca Juga: MacBookPro 13 Inci Keluaran Apple dengan Chip M2 Mulai Dijual 17 Juni
Jumlah tersebut terhitung besar, tapi masih bisa masuk akal
mengingat Youtube Shot memiliki dukungan platform berbagi vidio terbesar di
Internet, atau Youtube Short bisa diakses di aplikasi dan situs eb Youtube, dan
smart TV.
Jadi tidak heran jika Traffic terus mengalami kenaikan.
Youtube meluncurkan Youtube Short secara global pada Juli 2021, dengan bertujuan ambil kesuksesan Tiktok.
Pembuatan Youtube Short tentunya memakan tak sedikit biaya,
Raksasa tekonologi ini meluncurkan program Short Fund senilai US$ 100 Juta. Dan
dengan anggaran dana hingga US$ 10 Ribu, Youtube akan membayar pembuat konten
saat membuat vidio populer di Short.
Youtube perlu mencari cara untuk menebus pendapatan iklan yang berkurang.
“Kami mengalami sedikit hambatan untuk pertumbuhan pendapatan
karena penayangan Short tumbuh menjadi persentase dari total waktu Youtube,” ungkap
CFO Alphabet, Ruth Porat.
“kami sedang menguji monetisasi pada film pendek dan feed
back serta awal pengiklanan sangat menggembirakan,” terusnya.
Baca Juga: 7 Cara Mengamankan Data Pribadi Ketika Berselancar di Internet
Short agak berbeda dengan vidio yang berdurasi lebih panjang,
terlebih terkait pendapatan iklan. Tak seperti pada vidio panjang iklan bisa di
sisipkan disepanjang vidio.
Untuk para Konten Kreator, uang yang dibayarkan untuk setiap
vidio berbeda, yakni tergantung pada keterlibatan dan keberadaan jumlah
penonton.
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib