2 Mahasiswa Internasional Memenangkan Kasus Melawan Otoritas Belgia

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1682495886113_1682495709

Ilustrasi Pengadilan

SIAPBELAJAR.COM - Pengadilan telah memerintahkan negara Belgia untuk memberikan kompensasi kepada dua mahasiswa internasional setelah menahan mereka secara tidak sah di perbatasan Belgia.

Mahasiswa internasional, satu dari Maroko dan yang lainnya dari Republik Demokratik Kongo ditangkap meskipun memiliki visa sah yang dikeluarkan oleh Prancis dan kedutaan Belgia di Kongo pada saat penahanan. Lebih lanjut dikabarkan bahwa sistem peradilan di Belgia mengakui manifestasi kekuasaan yang berlebihan oleh polisi bandara dalam kasus dua mahasiswa internasional.

Dengan keputusan pengadilan tingkat pertama di Brussel yang diumumkan Rabu lalu, para mahasiswa yang terkena dampak akan menerima beberapa ribu euro sebagai kompensasi. Kedua mahasiswa tersebut, Ouiam Ziti dan Junior Masudi Wasso, ditangkap pada akhir tahun 2021 dan ditahan di pusat penahanan Caricole (Steenokkerzeel) dekat Bandara Brussels – Zaventem (BRU) masing-masing selama 11 dan 17 hari.

Kerusakan Non-Materi

Selama persidangan, kedua mahasiswa tersebut mengaku menderita kerusakan non-materi dengan menyebutkan pembatalan visa mereka oleh otoritas Belgia, yang menurut mereka telah membuat mereka sangat prihatin.

Mahasiswa dari Maroko, Ouiam Ziti, yang tinggal di Rumania, mengatakan bahwa polisi telah mengkritiknya karena tidak menyimpan uang tunai dan kartu kredit. Kedatangannya di bandara Brussels South Charleroi (CRL) mencurigakan bagi polisi Belgia, meskipun Ziti memiliki visa Schengen.

Sementara itu, mahasiswa Junior lainnya Masudi Wasso yang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk melanjutkan studi setelah diterima di Catholic University of Leuven juga dipandang mencurigakan terlepas dari pendaftarannya. Keraguan meningkat terutama setelah mahasiswa tersebut mengalami banyak tekanan selama interogasi.

Dipicu Oleh Penipuan Visa Sebelumnya

Laporan media mengatakan bahwa kecurigaan pihak berwenang mungkin dipicu oleh penipuan visa sebelumnya atau beberapa pemalsuan yang berbeda dengan surat masuk universitas.

Praktik Penipuan

Pada bulan lalu, pihak berwenang Kanada harus mengeluarkan surat deportasi kepada lebih dari 700 mahasiswa dari India setelah menemukan bahwa mahasiswa telah memalsukan penawaran masuk mereka. Penipuan itu baru diketahui setelah mahasiswa mengajukan permohonan izin tinggal permanen Kanada.

Praktik penipuan dengan visa kerja juga dilaporkan di seluruh wilayah Schengen. Pada akhir bulan lalu, Schengenvisainfo melaporkan penangkapan seorang scammer dari Maroko yang mengeluarkan visa kerja Schengen palsu kepada orang-orang yang ingin bekerja di Eropa. Dalam operasi tersebut, polisi menyita antara lain beberapa paspor palsu dengan cap visa palsu.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682495886113_1682495709

Saintek

2 Mahasiswa Internasional Memenangkan Kasus Melawan Otoritas Belgia

SIAPBELAJAR.COM - Pengadilan telah memerintahkan negara Belgia untuk memberikan kompensasi kepada dua mahasiswa internasional setelah menahan mereka secara tidak sah di perbatasan Belgia.Mahasiswa
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS
1681477683680_1681477517

Saintek

Mahasiswa Internasional Harus Mengikuti Ujian Akhir di Ukraina

SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa Asia dan Afrika yang meninggalkan Ukraina setelah Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022 telah diberitahu bahwa mereka harus mengikuti tes yang diperlukan di