SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia
(Kemenag) menerima audiensi Abdurachman Alkhayyat, selaku Kepala Kantor Rabithah
‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia) untuk ASEAN dan Australia di Jakarta, Rabu
(22/62022).
Liga Muslim Dunia merupakan suatu organisasi Islam non-pemerintah
terbesar di dunia. Organisasi ini didirikan di Mekkah tahun 1962 dan telah
memiliki 60 anggota dari 22 negara Muslim yang bergerak di bidang penyebaran
Islam, menjelaskan prinsip dan ajaran agama, meyakinkan orang-orang untuk
menaati perintah Tuhan, melakukan sangkalan atas laporan dan tuduhan palsu
terhadap agama Islam, memberikan bantuan terhadap masalah yang dialami umat
Islam, dan membantu proyek yang melibatkan penyebaran agama, pendidikan, dan
kebudayaan.
Baca Juga : Harumkan Nama Indonesia, Dua Hafiz Indonesia Ikuti MTQ di Amerika Serikat
Abdurachman Alkhayyat menyampaikan keinginannya untuk
menggelar dialog antar umat beragama di Indonesia.
“Kita tahu Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang
beragam agama, dengan mayoritas muslimnya. Dan di Indonesia semua berjalan aman
dan damai. Karena itu kami ingin membuat dialog antar umat beragama yang
dilaksanakan di Indonesia,” ungkap Syeikh Abdurachman kepada Menteri Agama
Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Beliau berharap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian
Agama dapat mendukung dan memberi arahan terkait rencana tersebut.
Menteri Agama menyambut baik niatan Liga Muslim Dunia untuk menggelar dialog antar umat beragama di
Indonesia. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan apa yang sedang Kementerian
Agama perjuangkan terkait penguatan moderasi beragama.
“Kami sangat senang sekali dengan niatan ini. Islam memang
harus menunjukkan wajah damainya, karena memang itulah wajah Islam
sesungguhnya, dan inilah momentum yang baik yang bisa kita sampaikan pada acara
tersebut,” ucapnya.
Gus Men mengatakan bahwa apa yang diperjuangkan Liga Muslim
Dunia pada dasarnya sejalan dengan program Kementerian Agama agar Islam sebagai
agama mayoritas di Indonesia menjadi agama yang memberikan kasih sayang kepada
seluruh alam tanpa mendiskreditkan agama lainnya.
Acara ini relevan sengan keberadaan Indonesia yang saat ini
menjadi tuan rumah G20. Dengan puncak acaranya akan berlangsung pada Oktober
mendatang.
Gus Men juga mengatakan itu bisa menjadi momentum kita untuk
menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia dengan segala keanekaragaman budaya dan
agamanya mampu berjalan damai dan penuh toleransi.
Baca Juga : Grup Kasidah Nasida Ria Tampil di Jerman
Syeikh Abdurachman Alkhayyat mengucapkan terima kasih atas
sambutan yang diberikan Indonesia. Ia pun yakin bahwa Indonesia merupakan
negara yang mampu menjadi contoh bagi negara lain tentang penerapan toleransi
dalam keberagamaan.
“Saya yakin Indonesia bisa menjadi simbol kerukunan beragama dunia,” ungkapnya.
Trending
Religi
Saintek
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib