SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim
membuka kembali Program PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) dan Kita Harus
Belajar (KIHAJAR) STEM tahun 2022 secara daring. Rabu (22/6).
Sejak 2017, Pusdatin
Kemendikbudristek menyelenggarakan program bimbingan teknis pembelajaran
berbasis TIK (PembaTIK). PembaTIK memiliki standar kompetensi TIK untuk guru
yang terdiri dari empat kompetensi yaitu literasi, implementasi, kreasi, serta
berbagi dan berkolaborasi. Pada tahun 2022, seluruh tahapan pada program ini
akan dilaksanakan secara daring.
“Guru yang hebat adalah guru yang mau terus belajar. Guru yang menjadi teladan pembelajar sepanjang hayat kepada muridnya. Itulah semangat yang diusung dalam program pembaTIK, yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kompetensi TIK para pendidik.” ungkap Mendikbudristek dalam pembukaannya secara daring.
Baca juga: Jurnalis Rusia Menjual Nobel Perdamaian untuk Pengungsi Ukraina
Pada level kompetensi berbagi dan berkolaborasi akan terpilih guru-guru terbaik (Sahabat Rumah Belajar) yang berpeluang mengikuti seleksi calon Duta Rumah Belajar (DRB).
Sahabat Rumah
Belajar dan Duta Rumah Belajar terpilih akan menjadi mitra terdepan Pusdatin
Kemendikbud yang akan menyosialisasikan, mendiseminasikan praktik baik
menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik melalui
pemanfaatan TIK dan Portal Rumah Belajar.
Kepala Pusat Data dan Teknologi
Informasi (Pusdatin), Kemendikbudristek, M. Hasan Chabibie menyampaikan bahwa
PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) merupakan program yang berorientasi pada
peningkatan kompetensi TIK pendidik di semua jenjang di seluruh Indonesia.
“Pendaftar PembaTIK terus meningkat hingga pelaksanaan di tahun 2021, pendaftar PembaTIK sebanyak 80.000 guru yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Besarnya pendaftar ini menunjukan antusiasme para pendidik kita untuk terus meningkatkan kompetensi dirinya, terutama di bidang TIK untuk pembelajaran.” tutur Kapusdatin Kemendikbudristek.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan (Dirjen GTK), Iwan Syahril, secara daring juga menyampaikan
harapan agar melalui bimtek PembaTIK, guru dan tenaga kependidikan di seluruh
Indonesia dapat bersama–sama berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan
ekosistem digital menuju Merdeka Belajar.
“Saya mengajak bapak dan ibu guru
serta tenaga kependidikan untuk berpartisipasi mengikuti PembaTIK tahun 2022.
Mari terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan saling berbagi praktik baik
untuk transformasi pendidikan Indonesia.” imbau Dirjen Iwan Syahril.
Demikian pula untuk mendukung proses pembelajaran berorientasi pada peserta didik, sejak 2006, Pusdatin Kemendikbudristek menyelenggarakan gelaran Kihajar (Kita Harus Belajar).
Penggiringan
Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi yang dapat diikuti oleh siswa SD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) agar dapat
memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu
berkomunikasi dalam menyelesaikan masalah atau project berbasis STEM (Science,
Technology, Engineering, Math) melalui pendayagunaan Teknologi
Informasi dan Komunikasi.
“Di program ini para pelajar bisa mengeksplorasi
banyak hal baru dan menarik, membuat project-project seru di bidang
sains, teknologi, matematika. Dalam perlombaan ini nantinya tentu ada yang
menang dan ada yang kalah, tetapi yang lebih penting adalah adik-adik sudah
berani mencoba, berani berkarya dan berani berkompetisi.” tutur Mendikbudristek
pada acara yang mengusung tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan
Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar”.
Tahun 2022, Kihajar STEM diselenggarakan secara daring dan terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu Basic, Intermediate, dan Final. Pada tahap final, 2 tim terbaik dari 4 jenjang di tiap provinsi akan mengikuti tahapan pembuatan Video Tematik berbasis STEM dan presentasi.
Gen Kihajar terbaik akan mendapatkan predikat
Juara Umum, ter-berpikir kritis, ter-kreatif, ter-komunikatif, dan
ter-kolaboratif dari setiap jenjang. Gen Kihajar terbaik akan menjadi agen
penggerak pemanfaatan TIK (layanan Pusdatin) untuk pembelajaran di level
peserta didik.
“Kepada orangtua, saya juga berharap agar ibu dan bapak dapat mendorong putra-putrinya untuk mengikuti Kihajar STEM sebagai salah satu langkah pijakan mereka menjadi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter.” pesan Menteri Nadiem.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen), Jumeri, secara daring juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Kihajar STEM.
Menurutnya, penerapan model STEM dalam implementasi kurikulum
Merdeka Belajar di sekolah akan dapat mengasah keterampilan berkomunikasi,
berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan berpikir komputasional.
“Dengan mengikuti Kihajar STEM, saya
berharap mutu dan proses pembelajaran akan semakin meningkat. Peserta didik
merasa senang dan tertantang dalam belajar, bermanfaat bagi masa depannya.”,
ungkap Dirjen Jumeri.
Tahun ini, pendaftaran KIHAJAR STEM
dilakukan melalui aplikasi Rumah Belajar yang bisa diunduh di playstore.
Sementara, pendaftaran PembaTIK dilakukan melalui laman
simpatik.belajar.kemdikbud.go.id.
Mengakhiri sambutannya, Mendikbudristek berharap agar guru dan pelajar semakin sadar akan pentingnya kemampuan memanfaatkan TIK untuk memperbaiki proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, lebih relevan dan memerdekakan anak.
” Saya tunggu partisipasi
Ibu/Bapak guru dan adik-adik pelajar di seluruh Indonesia dalam program ini.
Mari kita tetap semangat bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar,”
demikian pesan Menteri Nadiem.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib