SIAPBELAJAR.COM - Menteri Kesehatan RI, Budi gunadi Sadikin mengatakan laju penularan COVID-19 di Indonesia kini mencapai 2000 lebih kasus per hari, tapi masih berada di level 1 versi organisasi kesehatan dunia (world Health Organization) WHO.
" Memang ada kenaikan dari 200 ke 2000-an kasus saat ini. Tapi puncak gelombang di Indonesia sebelumnya mencapai 6000-an kasus per hari" kata Budi Gunadi.
Prediksi puncak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang tercapai pada Juli 2022 menimbulkan kekhawatiran terkait penambahan kasus COVID-19 Tanah Air. Apalagi kedua subvarian ini menjadi salah satu penyebab terjadinya lonjakan kasus di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Baca juga: Menag Keluarkan Himbauan Panduan Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban di Tengah Wabah
Masih Terkendali
Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, kenaikan kasus COVID-19 diharapkan tidak melonjak drastis. Meski terjadi penambahan kasus baru, kenaikan terbilang terkendali dan tidak terjadi lonjakan hospitalisasi pasien yang dirawat.
"Kita tentunya berharap tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19 yang signifikan walaupun ditemukannya varian baru. Karena pada prinsipnya, kasus yang terjaring akan melalui prosedur isolasi sampai dinyatakan sembuh," ungkap Wiku, Jakarta, Kamis (23/6/2022).
Demi mengantisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Pemerintah berupaya gencar melakukan deteksi varian dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Pemeriksaan (testing) juga dilakukan, khususnya di pintu masuk negara.
"Dan sebagai antisipasi, Pemerintah akan terus meningkatkan upaya WGS, melakukan studi epidemiologi sebaran varian, dan memastikan efektivitas alat testing, khususnya di pintu-pintu masuk. Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan menangani kasus dengan varian baru dengan lebih baik," jelas Wiku.
Trending
Trending
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib