SIAPBELAJAR.COM - Salah satu bumbu yang membuat makanan menjadi lebih nikmat adalah garam, sehingga tidak mengherankan jika banyak orang menyukai makanan asin untuk dikonsumsi.
Meskipun begitu, Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam secara berlebih. Terlalu banyak makanan asin dapat menyebabkan tekanan darah meningkat hingga risiko terkena penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal, dan masalah kesehatan lainnya.
Terlalu Banyak Makan Garam, Ini Akibatnya
1. Risiko Penyakit Jantung Meningkat
Konsumsi garam berlebih sudah sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kondisi ini tentu saja merupakan salah satu risiko penyakit jantung. Bagi beberapa orang yang sensitif terhadap sodium, mengonsumsi sodium dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan penahanan cairan (edema) dan tekanan darahnya meningkat.
Kondisi ini membuat mereka lebih berisiko terkena stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Setiap kali tekanan darah kamu naik, jantung harus bekerja lebih keras. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan otot jantung itu sendiri.
2. Risiko Demensia Vaskular Meningkat
Tidak hanya meningkatkan risiko stroke, asupan garam yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko demensia vaskular.
Demensia adalah kondisi menurunnya fungsi otak yang memengaruhi ingatan, pemikiran, bahasa, penilaian, dan perilaku. Demensia vaskular dapat terjadi akibat pembuluh darah di otak tersumbat.
Sekitar satu dari tiga orang yang mengalami stroke juga mengalami demensia vaskular.
3. Massa Tulang Menipis
Kadar kalsium yang terlalu tinggi yang diekskresikan dalam urine dipercaya oleh beberapa ahli dapat membuat tulang menipis.
Bahkan, beberapa studi sudah menemukan bahwa garam dapur dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium, sehingga membuat tulang menjadi semakin lemah.
Lama-kelamaan, kehilangan kalsium yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita yang sudah memasuki masa menopause.
4.Fungsi Ginjal Terganggu
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, garam memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Garam dapat memberikan isyarat kepada ginjal kapan harus menahan air dan kapan harus membuang air. Namun, konsumsi garam yang berlebihan justru dapat mengganggu fungsi tersebut.
Bila kamu terlalu banyak makan garam, ginjal akan menyerap lebih banyak air (retensi), sehingga menyebabkan volume darah meningkat.
Gejala yang akan timbul adalah edema yang ditandai dengan pembengkakan terutama di tangan, lengan, kaki, dan pergelangan kaki.
5. Kanker Perut
Sebuah studi tahun 1996 yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology menemukan bahwa kematian akibat kanker perut pada pria dan wanita berkaitan erat dengan konsumsi garam berlebih.
Selain itu, asupan garam yang tinggi juga dikaitkan dengan penyakit perut lainnya seperti sakit maag.
Mengetahui ada banyak dampak buruk yang bisa terjadi akibat terlalu banyak makan garam, kamu dianjurkan untuk membatasi konsumsi garam setidaknya 5 gram atau setara dengan satu sendok teh per hari.
Berita Terkait
Share and Care
Mediana.id - Kolesterol adalah jenis lemak yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi, seperti membentuk membran sel, hormon, dan vitamin D. Namun, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu ting
Keluarga
SIAPBELAJAR.COM - Buah naga merupakan salah satu buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain harganya terjangkau, buah ini juga mudah ditemukan, baik di supermarket atau pedagang tra
Keluarga
SIAPBELAJAR.COM - Banyak orang yang suka makanan pedas, tapi makan terlalu berlebihan justru bisa memicu sensasi terbakar di mulut hingga menyebabkan sakit perut. Lantas, bagaimana cara mengatasi kepe
Keluarga
SIAPBELAJAR.COM - Sesak napas dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, seperti nyeri di bagian dada, batuk, pusing, dan kelelahan. Sesak napas juga bisa menyerang Anda yang memiliki fobia te
Share and Care
SIAPBELAJAR.COM- Otak merupakan organ yang berperan penting dalam mengendalikan seluruh fungsi tubuh. Oleh karena itu, kesehatan otak sangat penting untuk selalu dijaga. Apabila tidak dijaga dengan ba