SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL)
menyatakan, pertanian menghadapi tantangan besar dengan perubahan iklim saat
ini.
“Dengan perubahan iklim yang ada, kita dihadapkan pada
situasi bagaimana membuat pertanian ramah lingkungan dan cara kita beradaptasi
dengan tantangan alam,” ungkap Syahrul saat memberikan arahan pada pembukaan
Training of Trainers (TOT).
Petani didorong untuk siap menghadapi cuaca yang kurang
menguntungkan, dan harus bisa beradaptasi dengan tantangan alam tersebut.
Baca Juga: Mendikbud Ristek Dorong Perguruan Tinggi MilikiDana Abadi Mandiri
Training of trainer atau pelatihan ToT merupakan pelatihan
yang diperuntukkan bagi orang-orang yang disiapkan untuk menjadi pelatih atau
trainer dan meneruskan materi pelatihan tersebut kepada orng lain.
Syahrul sangat mengapresiasi penyelenggaraan TOT ini.
Menurutnya, TOT mengenai praktik pertanian ramah lingkungan seharusnya bisa
menghasilkan sesuatu yang bisa diimplementasikan di lapangan.
“Kemampuan petani harus ditingkatkan, peningkatan produksi
harus disertai sustainability dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat,”
terusnya.
Pertanian ramah lingkungan sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.
Respon Positif
Dwita Ria Gunandi, selaku Anggota DPR RI juga berpendapat
masyarakat Provinsi Lampung juga sangat menyambut baik penyelenggaraan Tot ini
yang secara khusus membahas pertanian ramah lingkungan.
Baca Juga: Daftar di Sini! Mulai 1 Juli Pembeli BBMBersubsidi Harus Terdaftar di My Pertamina
Kegiatan ToT ini diharapkan mampu menjawab tantangan dalam
meningkatkan produksi pangan di tengah ancaman pemanasan globaldan krisis
lahan.
“Tugas besar kita adalah berdaulatnya pangan dan sejahteranya
masyarakat khususnya petani, serta tercapainya visi Indonesia menjadi lumbung
pangan dunia,” ungkap Dwita.
Indonesia mempunyai visi untuk menjadi lumbung pangan dunia,
dan hal itu sangat mungkin untuk dicapai.
Dwita berpendapat, perlu adanya gerakan dan terobosan dalam
sektor pertanian yang dilakukan secara bersama-sama.
Pertanian ramah lingkungan sejalan dengan pertanian berkelanjutan yang merupakan implementasi dari RPJMN Prioritas Nasional (PN) 6 tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.
Share and Care
Saintek
Trending
Seniraga
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib