SIAPBELAJAR.COM - Keharusan menggunakan QR Code untuk transaksi di SPBU saat membeli BBM Solar subsidi atau Pertalite roda 4 menuai beragam respon dari masyarakat, terlebih para warganet Indonesia yang tersebar di pelbagai antero sosial media, mulai dari facebook, twitter, hingga instagram, bahkan di story WhatsApp.
Berbagai reaksi para pengguna BBM bersubsidi Pertalite dan Solar, seperti yang diketahui nantinya diharuskan mendaftarkan diri di aplikasi MyPertamina.
Baca juga: Daftar di Sini! Mulai 1 Juli Pembeli BBM Bersubsidi Harus Terdaftar di MyPertamina
Alhasil, Kebijakan ini mendapat tanggapan beragam dan sekaligus menyisakan tanda tanya di masyarakat.
Pasalnya, masyarakat secara umum mengetahui adanya larangan penggunaan telepon genggam di SPBU dkarenakan membahayakan.
Ragam Celotehan Netizen
"Haii kak sering kalo kalo di SPBU sama dimarahi karan membuka HP apakah skrg sdh aman di SPBU membuka HP android," tanya akun Ninik Ulfawati.
Terkait hal tersebut, Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa pembeli hanya diwajibkan untuk mendaftar via website, namun ia menganjurkan pembayaran tidak dengan cash.
"Penggunaan HP tetap bisa untuk penggunaan pembayaran, atau scan barcode dengan jarak yang sudah ditentukan," jelasnya.
Sementara itu Pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengatakan bahwa penggunaan smartphone saat bertransaksi digital di SPBU,
Menurutnya aman-aman saja dikarenakan setiap smartphone sudah memiliki standar batasan pancaran gelombang radio smartphone di dunia, seperti standar FCC Amerika, India, Uni Eropa dan lain-lain yang dikenal sebagai SAR.
Specific Absorption Rate atau SAR, dalam istilah yang sangat sederhana menunjukkan penyerapan energi dari radiasi ponsel.
Hingga berita ini ditulis Rabu malam, (29/6) postingan akun resmi MyPertamina tersebut masih kebanjiran pertanyaan dan komentar panjang dengan beragam reaksi.
"Sudah menghubungkan aplikasi mypertamina dan linkaja dengan nomor yg sama,, tapi gagal terus...mohon dibantu," kata akun Arshavin Gustav.
"Beli barang bawa uang kok di persulit.." komentar akun Pandu Muzlia pada sebuah postingan akun resmi Mypertamina, PT.Petamina (Persero) Loyalty Program.
"Trimakasih atas keruwetannya." Tulis Santoso Kasim, tak kalah gamblang dengan komentar sebelumnya.
"Kenapa ga mobil mewah saat beli ato saat bayar pajak d tempeli stiker ato kode plat, di larang beli pertalite, ga jadi repot gini," Tulis Oishop.
"Kebijakann ribet MyPertamina rakyat beli dibikin sussah," tulis Aditya Anderson yang
Jawaban di Akun MyPertamina
Unek-unek netizen akhirnya ditanggapai Pertamina melalui laman facebook MyPertamina.
Pada laman tersebut admin menjelaskan, kebijakan baru itu bertujuan agar BBM bersubsidi dapat disalurkan sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan dan dapat melindungi konsumen yang memang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.
Menurutnya, pembayaran untuk pembelian BBM Solar Subsidi dan Pertalite, dapat dilakukan melalui tunai (cash) dan non tunai (aplikasi MyPertamina) dengan menunjukan QR Code dari hasil pendaftaran pada website subsiditepat.mypertamina.id.
Admin pada akun MyPertamina juga menginformasikan, bahwa Pertamina akan menyediakan booth konsultasi offline
"Silakan sobat dapat mengunjungi SPBU yang terdapat booth konsultasi yang akan beroprasi pada tanggal 1 Juli 2022" jelasnya
Trending
Trending
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib