SIAPBELAJAR.COM - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan
pembangunan proyek kereta bawah tanah fase 4 pada tahun depan. Saat ini masih
dalam proses kajian.
Proyek MRT pada fase ini menghubungkan wilayah Jakarta
Selatan menuju Timur. Dimana trasenya segaris lurus melewati Fatmawati-
Antasari, Ampera, Warung Jati, Tanjung Barat, Rancho, Jl Raya Bogor, Tanah
Merdeka, Kampung Rambutan hingga Taman Mini, sepanjang 10,9 kilometer.
Baca Juga: Progres Pembangunan Taman Martha ChristinaTiahahu Sudah 80,8 Persen
Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, fase
4 ini kalau sekarang sedang Basic Engineering Design (BED), dan kalau dapat
pendanaan sudah positif, maka tahun depan (2023) akan masuk tahap konstruksi.
Untuk proses studi kelayakan atau feasibility study sudah
selesai dilakukan, dan MRT Jakarta juga sudah menyelesaikan perjanjian
kerjasama dengan 3 perusahaan Korea, yakni KIND, KNR, serta samsung C&T.
Kesepakatan tersebut terkait eksplorasi kerja sama dalam
pengembangan potensi MRT Jakarta fase 4. Termasuk potensi pengembangan kawasan
TOD, layanan bisnis konsultasi dan potensi bisnis lainnya.
"Studi kelayakan oleh KIND dan KNR sudah diselesaikan pada
Mei 2022," ungkap William, Kamis (30/6/2022).
Adapun untuk biaya investasi yang diperlukan untuk membangun
proyek ini mencapai Rp 20 hingga Rp 28 triliun. Dimana skema pembiayaan diharapkan
40% datang dari swasta.
Baca Juga: Bayar BBM Menggunakan Aplikasi, Netizen: Amankah Pakai HP di SPBU?
"60% dari pemerintah 40% dari swasta itu yang bisa saya
gambarkan dari Fatmawati - TMII," katanya.
Meski belum bisa diprediksi kapan proyek ini kelar, tapi menurut William proyek ini bisa lebih cepat dari pembangunan MRT Jakarta fase 3 atau East - West, karena jalur yang lebih pendek.
Namun dari paparannya pada 2030, diproyeksikan jumlah ridership pada rute ini mencapai 97.340 penumpang.
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib