Siapbelajar.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana meminta tim visitasi Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah memastikan jemaah haji agar tidak kekurangan cairan (dehidrasi). Pasalnya, sampai sekarang tercatat sebanyak 93 jemaah dirawat di Mekkah, Arab Saudi yang alami dehidrasi dan kelelahan (3/7/2022).
Baca Juga : Daftar Tunggu Haji Lebih dari 90 Tahun?
Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi ketika cairan tubuh yang hilang
lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh
tidak berfungsi secara normal dan akan memunculkan komorbid atau penyakit
penyerta.
Budi kerap menghimbau kepada jemaah untuk cukup minum dan
menghindari kelelahan yang berlebihan.
"Cuaca panas, kita imbau jemaah minum jangan tunggu haus. Ketiga, menjelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), H-3 sebelum arafah perbanyak istirahat di pondok masing-masing," ungkapnya.
Budi juga tak henti-hentinya berharap kepada petugas
kesehatan untuk memantau kesehatan jemaah haji.
“Air kencing berwarna kuning, itu tanda dehidrasi,” jelasnya.
Kekurangan cairan bagi jemaah dengan usia terbilang muda
masih bisa di toleransi, namu beda lagi dengan jemaah yang sudah tua dapat
lebih rentan.
Baca Juga : Petugas Tangani Kaki Jemaah Haji yang Melepuh di Nabawi
Sebelumnya Budi sudah memperkirakan masa-masa kritis
kesehatan jemaah yang akan mencapai puncaknya pada saat memasuki Armuzma.
Dengan begitu, dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian jemaah sehingga wukuf dapat terkendali.
Religi
Religi
Religi
Religi
Religi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib