SIAPBELAJAR.COM - Bioteknologi merupakan cabang ilmu yang
mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain)
maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa.
Bioteknologi telah digunakan selama lebih dari 6000 tahun
untuk menghasilkan produk yang diinginkan dengan menggunakan mikroorganisme,
seperti roti, keju bir, dan lain-lain. Hingga saat ini, pemanfaatan
bioteknologi sudah merambah ke hampir berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga: 7 Khasiat Bawang Putih bagi Tubuh Manusia
Karakteristik bioteknologi konvensional selain menggunakan
mikroba sebagai agen pengubah, bioteknologi ini juga hanya menggunakan
peralatan yang sederhana dan menghasilkan produk dalam jumlah terbatas.
Berikut beberapa penerapan bioteknologi konvensional di
berbagai bidang, yaitu:
Bioteknologi Pertanian
Hidroponik
Hidroponik menjadi salah satu teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Hidroponik menggunakan bahan yang
bersifat porus seperti sabut kelapa, arang kayu, kerikip, dan lain sebagainya.
Atau juga bisa menggunakan pot serta wadah lain dengan air.
Kultur jaringan
Kultur jaringan adalah membudidayakan suatu jaringan makhluk
hidup menjadi individu baru yang memiliki sifat sama seperti induknya.
Pembastaran
Pembastaran atau persilangan merupakan perkawinan antara dua individu tanaman yang berbeda varietas, tetapi masih satu spesies. Pembastaran menjadi cara yang sederhana, murah, dan paling mudah untuk menghasilkan tanaman pangan varietas unggul.
Contohnya padi varietas X dengan produksi
gabah tinggi dan tidak cepat rebah di kawinkan dengan padi varetas Y dengan
sifat tahan hama dan umum panen
Bioteknologi Industri
Dalam bidang industri, penerapan bioteknologi konvensional
yaitu teknik bioremediasi. Proses pengelolaan limbah yang mengandung zat-zat
yang berbahaya menjadi limbah yang kurang berbahaya.
Bioremediasi juga melibatkan mikroba tertentu, seperti
Xanthomonas campestris dan Pseudomonas foetida. Dengan cara melepaskan langsung
bakteri ke limbah pabrik yang tercemar.
Bioteknologi Peternakan
Dalam bidang peternakan, bioteknologi tradisional diterapkan
misalnya domba ankon yang merupakan domba berkaki pendek dan bengkok sebagai
hasil mutasi alami dan sapi Jersey yang seleksi oleh manusia agar menghasilkan
susu dengan kandungan krim lebih banyak.
Bioteknologi Pengobatan
Bioteknologi konvensional dalam bidang pengobatan misalnya
antibiotik penisilin yang diisolasi dari bakteri dan jamur. Vaksin yang merupakan mikroorganisme yang
toksinnya telah dimatikan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas.
Baca Juga: Manfaat Temulawak untuk Kesehatan
Bioteknologi Pangan
Yogurt
Yogurt merupakan minuman hasil fermentasi susu yang
menggunakan bakteri Streptococcus thermophillus atau Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri ini mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat.
Keju
Keju adalah bahan makanan yang dihasilkan dengan pemisahan
zat-zat padat pada susu melalui proses pengentalan atau koagulasi.
Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.
Bakteri ini menghasilkan enzim renin,
sehingga protein pada susu akan menggumpal dan membagi susu menjadi cair dan
padatan.
Enzim renin akan mengubah gula laktosa dalam susu menjadi asam dan protein yang ada pada padatan atau dadih.
Dadih inilah yang akan
diproses lebih lanjut melalui proses pematangan dan pengemasan sehingga
membentuk keju.
Cuka
Bahan dasar pada proses pembuatan cuka adalah etanol yang dihasilkan oleh fermentasi anaerob oleh ragi.
Bakteri asam asetat seperti Acetobacter dan Gluconobacter, etanol akan dioksidasi menjadi asam asetat.
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib