Deterjen Ramah Lingkungan Buatan Warga Banyusangkah

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1657090614932_1657090693

Salah satu produk olahan dari garam yaitu sabun cair ramah lingkungan

SIAPBELAJAR.COM- Garam rupanya tak sekadar bumbu dapur. Lewat proses fortifikasi atau pengayaan, butiran garam yang dihasilkan lewat kristalisasi air laut ternyata bisa menghasilkan berbagai olahan pangan dan non-pangan.

Sejak 2018, ada 30 warga Desa Banyusangkah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur, belajar proses fortifikasi dengan bimbingan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura. Mereka adalah petani garam dan sebagian pengolah ikan asin.

“Selain dari UTM, pelatihan ini bisa berjalan karena mendapat dukungan penuh dari Perusahaan Minyak PHE WMO,” kata Kepala Desa Banyusangkah, Abd Syukur.

Produk Olahan Non Pangan

Total ada 9 produk olahan garam yang berhasil dibuat warga Banyusangkah. Terdiri dari 3 produk olahan non-pangan dan 6 produk olahan pangan.

Produk olahan non-pangan tersebut di antaranya adalah eco detergen (cair), sabun cuci tangan ramah lingkungan, dan garam relaksasi. Sedangkan, olahan produk pangan di antaranya yaitu pembuatan dendeng ikan non-komersil beserta bumbu dendeng ikan yang dikemas, sea salt caramel, sea salt nougat candy, bumbu tabur, garam bumbu (garam cabai dan garam vanila).

“Saya berharap pelatihan ini terus berlanjut, karena bisa meningkatkan nilai ekonomis garam sekaligus membantu perekonomian masyarakat,” Syukur mengatakan.

Program pelatihan pengayaan olahan garam ini rupanya sempat terhenti lama. Menurut Syukur, pelatihan sempat terhenti selama pandemi Covid-19 yang mengharuskan orang-orang menjaga jarak.

Selain corona, kendala utama adalah cuaca ekstrem yang tidak memungkinkan para petani memproduksi garam seperti biasa.

Syukur yakin produk olahan garam yang diproduksi warganya bakal punya pasar yang bagus karena semua produknya ramah lingkungan.

“Inilah dua kendala yang sempat kami alami, semoga ke depan cuaca membaik,” Syukur berharap.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1673486648427_1673486804

Trending

Warga Cirebon Bisa Bayar Pembuatan SIM Pakai Sampah

SIAPBELAJAR.COM - Satuan Penyelenggara Administrasi Polresta Cirebon menggelar program khusus bagi masyarakat yang tak ingin keluar uang untuk pembuatan SIM bisa membayarnya dengan sampah. Program ini
1665885889806_1665885959

Saintek

ITS Lantik 91 Insinyur Terbanyak di Jawa Timur

SIAPBELAJAR.COM - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali melantik 91 insinyur baru yang terdiri dari 43 dosen ITS, 42 masyarakat umum, dan enam orang dari perusahaan yakni PT Dharma Lautan
1659083358293_1659083369

Trending

Jembatan Kaca Pertama di Indonesia Segera Rampung

SIAPBELAJAR.COM – Jembatan Kaca yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur. Sebentar l
1658107539210_1658107560

Saintek

Petisi Universitas dan Mahasiswa kepada Uni Eropa

SIAPBELAJAR.COM - Universitas dan perwakilan mahasiswa telah meluncurkan petisi yang mendesak institusi Uni Eropa (UE) untuk meningkatkan dukungan bagi mahasiswa Erasmus+ yang memilih opsi Green Tr
1657090614932_1657090693

Keluarga

Deterjen Ramah Lingkungan Buatan Warga Banyusangkah

SIAPBELAJAR.COM- Garam rupanya tak sekadar bumbu dapur. Lewat proses fortifikasi atau pengayaan, butiran garam yang dihasilkan lewat kristalisasi air laut ternyata bisa menghasilkan berbagai olahan pa