SIAPBELAJAR.COM - Universitas dan perwakilan mahasiswa telah meluncurkan petisi yang mendesak institusi Uni Eropa (UE) untuk meningkatkan dukungan bagi mahasiswa Erasmus+ yang memilih opsi Green Travel.
Green Travel atau perjalanan hijau ini merupakan suatu konsep perjalanan yang ramah lingkungan.
Meningkatkan Bantuan
Dalam sebuah pernyataan, Erasmus Student Network (ESN) memimpin konsorsium Green Erasmus yang meluncurkan petisi mencatat bahwa UE telah didesak untuk meningkatkan bantuan €50 atau sekitar Rp 756 ribu saat ini menjadi €250 atau sekitar Rp 3,7 juta untuk green travel, serta meningkatkan empat hingga tujuh hari dukungan individu ekstra untuk menutupi biaya yang terkait dengan perjalanan ramah lingkungan.
Tujuan utama dari
dukungan ini adalah untuk memungkinkan siswa dari semua negara yang melakukan
perjalanan tujuan ke Erasmus dan kembali ke negara asal mereka melalui
transportasi hijau (transportasi ramah lingkungan) tanpa harus kehilangan uang.
“Tujuannya adalah untuk mengumpulkan 5.000 tanda tangan dan membuat perjalanan hijau menjadi kemungkinan bagi semua siswa dengan menciptakan kondisi yang menguntungkan” kata ESN.
Hingga 12 Juli, lebih dari 975 orang telah menandatangani petisi.
Penggagas mengklaim bahwa jumlah €50 atau sekitar Rp 756 ribu yang diberikan kepada siswa jika memilih perjalanan hijau, seperti bus dan kereta api, tidaklah mencukupi.
Baca juga: Petisi Mahasiswa untuk Membawa Kembali Bisbol ke Universitas Furman
“Itulah sebabnya permintaan petisi berfokus pada reformasi top-up saat ini, yang diperoleh siswa sebesar €50 jika mereka bepergian dengan sarana transportasi berkelanjutan, tidak cukup untuk menutupi perbedaan biaya antara tiket perjalanan standar dan hijau” dalam pernyataan ESU's.
Konsorsium Petisi
Menurut konsorsium,
perubahan sistematis memang diperlukan segera. Namun dalam implementasinya
membutuhkan lebih banyak waktu dan investasi infrastruktur yang besar.
Konsorsium petisi terdiri dari lembaga, serikat mahasiswa dan jaringan berikut:
1. Erasmus Student
Network (ESN)
2. European University
Foundation (EUF)
3. European Students’
Union (ESU)
4. Université Libre de
Bruxelles (ULB)
5. Technische
Hochschule Köln (TH Köln)
6. Students Organising Sustainability UK (SOS UK)
Kekhawatiran Mengenai Perubahan Iklim
Dalam pernyataannya, ESN juga mengutip penelitian Green Erasmus tentang kebiasaan siswa Erasmus yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa tampaknya khawatir tentang perubahan iklim.
ESN juga menambahkan bahwa biaya untuk perjalanan hijau merupakan batasan dan dapat mempengaruhi keputusan siswa tentang pilihan perjalanan yang dapat menjadi penghalang bagi pengembangan kebiasaan yang lebih berkelanjutan.
Menurut penelitian Green Erasmus, sebanyak 94% siswa mengatakan bahwa mereka prihatin dengan perubahan iklim.
Lebih Memilih Pesawat
Penelitian yang sama juga
menemukan bahwa sebesar 75% siswa melakukan perjalanan ke tujuan studi Erasmus
mereka menggunakan pesawat. Hal itu dikarenakan perjalanan udara yang murah dan
nyaman dibandingkan dengan pilihan ramah lingkungan yang biasanya lebih mahal.
Share and Care
Share and Care
Share and Care
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib