Ilustrasi - Anak-anak yang kompeten dan bahagia wajib dimiliki suatu bangsa dan harus terus diupayakan oleh negara
SIAPBELAJAR.COM – Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek,
Suharti, mengutip pesan yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara soal belajar yang memerdekakan
manusia. Menurutnya, memerdekakan yang dimaksud adalah belajar dengan raga yang
bebas dan jiwa yang bahagia.
“Artinya, ketika adik-adik belajar seharusnya merasa
bahagia, nyaman, aman, dan antusias,” jelasnya dalam Peringatan Hari Anak
Nasional (HAN) 2022, Selasa (5/7).
Peringatan HAN tahun ini menjadi salah satu agenda dalam
acara Festival Generasi Pancasila. Generasi penerus yang sehat, cerdas, ceria
merupakan modal bagi pembangunan SDM unggul. Untuk itu, anak-anak yang kompeten
dan bahagia wajib dimiliki suatu bangsa dan harus terus diupayakan oleh negara.
Suharti mengingatkan generasi muda untuk rajin memotivasi diri dengan hal-hal yang baik. Kemudian, gali bakat dan minat masing-masing.
Baca juga: Mendag Resmi Luncurkan Minyakita
“Di masa depan, adik-adik juga harus bisa bekerja dalam kelompok, berinteraksi dengan banyak orang dengan latar belakang yang beragam. Untuk itulah adik-adik perlu mengembangkan nilai gotong royong dan nilai berkebinekaan global. Yakinlah, adik-adik yang berada di sini adalah adik-adik yang hebat, keren, luar biasa,” ujarnya menyemangati para peserta.
Hal pertama yang harus dilakukan oleh generasi muda adalah memotivasi dari dalam diri sendiri untuk mengetahui apa bakat dan minat yang dimiliki.
“Sukanya
belajar apa? Apa yang menjadi minat adik-adik? Apa cita-cita adik-adik?
Sampaikan ke orang tua dan guru adik-adik. Tidak ada mimpi yang tidak mungkin,
kita percaya Tuhan bersama orang yang berusaha. Dengan begitu, adik-adik telah
mengamalkan nilai-nilai Profil Pancasila dan menjadi Pelajar Pancasila,” tutur
Suharti.
Momentum Gugah Kepedulian
Peringatan HAN 2022 merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Melalui tema yang diangkat yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju,”, tujuan dari HAN 2022 adalah memberikan pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.
Oleh karenanya, anak harus memiliki bekal
keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan
serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang
berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Melalui Hari Anak Nasional di tahun ini, psikolog anak dan keluarga, Ayoe Sutomo berharap agar setiap anak-anak dapat memiliki kesempatan yang luas dalam menunjukkan kepedulian antar sesama, dan agar tetap dapat merasakan kegembiraan di rumah.
“Dengan pesan tersebut, diharapkan agar orang tua selalu melindungi anak dan selalu mengajarkan anak tentang kepedulian terhadap sesama,” tuturnya. ***
Saintek
Ekonomi
Saintek
Saintek
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib