SIAPBELAJAR.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, mengingatkan bahwa pendidikan karakter bukan hanya
tugas para guru di sekolah tetapi juga orang tua di rumah.
“Perilaku yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
perlu menjadi kebiasaan, dan kebiasaan itu harus mulai dibangun sejak dini,
mulai dari rumah,” tegasnya saat memberi sambutan dalam Festival Generasi
Pancasila, Selasa (5/7).
Acara yang mengusung tema Pelajar Pancasila Bangga Punya Pancasila itu bertujuan untuk memperkuat karakter Pancasilais yang dibangun sejak dari lingkungan keluarga. Sebagai rangkaian kegiatan Festival Generasi Pancasila, Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek menggagas gelar wicara yang menghadirkan beragam narasumber.
Gotong Royong dalam Keluarga
Salah satu nilai Pancasila yang ditekankan oleh para
narasumber adalah gotong royong, khususnya berkaitan dengan keterlibatan orang
tua serta anggota keluarga untuk mendukung keberhasilan anak di masa depan.
“Saya berpesan kepada Ibu dan Bapak orang tua agar terus menjadikan lingkungan rumah sebagai ruang belajar yang aman untuk anak-anak kita,” ujar Nadiem.
Secara inklusif nilai-nilai Pancasila, seperti yang Sobat Siapbelajar.com ketahui memang memiliki makna gotong-royong. Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, gotong-royong dapat diartikan bernilai ibadah yang berhubungan dengan hablumminannas. Atau kita lihat sila kedua yakni gotong-royong pasti didasari atas azas kemanusiaan, sila ketiga tidak ada gotong-rotong tanpa persatuan, dan seterusnya.
Peran penting keluarga
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikbudristek, Franka
Makarim, menjelaskan betapa penting peran keluarga dalam perjalanan hidupnya
meraih kesuksesan. “Saya selalu yakin bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin
selama kita punya niat yang kuat untuk meraihnya. Selain itu, dukungan dari
orangtua, keluarga, dan teman-teman juga merupakan hal yang sangat penting,”
tuturnya.
Franka Makarim mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dukungan luar biasa dari keluarga besarnya sejak kecil. “Orang tua saya selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian, seperti toleransi, gotong royong, mandiri dalam belajar, dan pada saat yang sama, terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kenangnya.
Menurut Franka, keluarga adalah elemen pendukung yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu ia berharap agar orang tua dapat memahami apa yang menjadi keinginan anak-anaknya, dan mendampingi mereka dalam suka duka meraih cita-cita. “Arahkan dan berikan dukungan, terutama saat anak-anak kita menghadapi kesulitan atau kegagalan,” ujarnya.
Saintek
Saintek
Keluarga
Religi
Ekonomi
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib