RI Ajak G20 Kuatkan Komitmen Pulihkan Dunia Pendidikan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1657235005238_1657235066

Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20

SIAPBELAJAR.COM - Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20, Iwan Syahril menilai learning loss yang menjadi ancaman dunia pendidikan dunia akibat pandemi Covid-19 dapat ditangani dengan sejumlah upaya bersama.

"Kita menangkap bahwa ketika pandemi ini pendidikan kita sudah keluar dari track-nya. Banyak persoalan kompleks," ujar Iwan dalam diskusi di FMB9, disiarkan melalui akun Youtube FMB9, Kamis (23/6).

Iwan Syahril mengatakan yang dibutuhkan dunia saat ini adalah pemaknaan bahwa pendidikan berkualitas untuk semua dapat dicapai dengan menguatkan komitmen bersama di antara semua negara. Learning loss bukan cuma persoalan domestik sebuah negara, tapi juga berdampak terhadap negara-negara lain dalam konteks global.

Baca juga : Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan

Iwan mengatakan, learning loss yang terjadi terhadap negara-negara biasanya didominasi oleh kelompok rentan baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Dalam konteks itu kelompok tersebut perlu mendapatkan proteksi dalam pemenuhan pemulihan pendidikan.

"Dari sini Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk menguatkan komitmen untuk melindungi kelompok yang paling rentan secara global. Kelompok rentan ini tidak bisa dimaknai secara domestik, tetapi juga negara-negara yang sudah lebih maju masih perlu untuk terus diperkuat," ujar Iwan.

Selain komitmen negara untuk memberikan proteksi terhadap kelompok rentan, upaya kedua yang dilakukan G20 dalam urusan pendidikan adalah pengembangan teknologi digital.

Pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, kata Iwan, diarahkan kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai sebuah solusi dalam pemecahan masalah.

"Teknologi digital dapat memacu kualitas kita yang mungkin masih tertinggal. Kita bisa melakukan sebuah lompatan," ujar Iwan menegaskan.

Upaya lain yang dilakukan Indonesia dalam Presidensi G20 di dunia pendidikan adalah kerangka kerja yang melibatkan unsur gotong royong di dalamnya. Mengatasi persoalan pendidikan yang loss karena pandemi Covid-19, kata Iwan, tidak bisa dilakukan oleh sebuah negara secara sendiri-sendiri.

"Kuncinya adalah gotong royong. Indonesia membawa kearifan budaya kita, dan ini didukung dengan luar biasa. Pada saat ini negara-negara di G20 memasukkan gotong royong sebagai bagian dari deklarasi," ujar Iwan.

Seperti diketahui, learning loss merupakan hal yang paling dikhawatirkan pemerintah dalam dunia pendidikan yang terimbas pandemi Covid-19. Learning loss adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu.

Dalam berbagai kesempatan, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengakui bahwa pembelajaran jarak jauh atau belajar online bakal menghasilkan anak-anak yang learning loss.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
Pesantren dan Modernisasi_1690340923

Religi

Pesantren: Lembaga Pendidikan Islam yang Bertahan di Tengah Modernitas

Mediana.id - Suara adzan berkumandang dari masjid yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks pondok pesantren. Para santri bergegas menuju tempat shalat, meninggalkan kamar-kamar asrama yang sederha
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS