SIAPBELAJAR.COM - Suara adzan Isya yang terdengar syahdu menyeru, mengajak muslim melaksanakan ketaatan dengan sebuah seruan ajakan "Marilah menuju kemenangan" terdengar dilanggamkan dengan gaya adzan Madinah dari toa yang bercokol di atap surau sekira empat kilometer dari bawah kaki Galunggung. Sayup kemudian berlalu dalam beberapa waktu, tak lama iqomah dikumandangkan pertanda sholat berjamaah Isya segera dilakukan.
Sejenak malam menjadi hening bersama kekhusuan para jamaah di surau dan masjid melafalkan takbir, iftitah, ayat suci, bacaan ruku' secara pelan, ayat suci alquran serta bacaan-bacaan sholat lainnya yang nyaris tak terdengar, karena selain dilantunkan tanpa pengeras suara, suara imam dengan bacaan yang dijaharkan terlalu pelan saat melantunkan alfaatihah dan bacaan surat kedua di dua rakaat pertama.
Malam pun berganti, suara angin yang menyibak daun kelapa sehingga gemerisiknya seperti bersahutan bersama katak-katak yang meminta hujan, bunyi jangkrik yang berisik, gemiricik air dari saluran air yang disebut susukan membuat malam di sekitar desa Sinagar seperti menyisakan suasana kampung era 80-an. Bedanya, rumah-rumah tak lagi berpetromak dan menggunakan damar (lampu minyak tanah) untuk penerangan.
Tetapi, tak lama. Gema takbir sayup-sayup dari kejauhan mulai terdengar bersahutan, lafalan mengagungkan kebesaran sang maha pencipta muncul dari beberapa pengeras suara.
Diperkirakan datang dari bertbagai arah yang menandakan Jumat malam ini (8/7) sebagian warga di Kecamatan Sukaratu telah ada yang menyambut datangnya Idul Adha, di mana keesokan harinya warga muslim akan melaksanakan Sholat ied, kemudian berlanjut melakukan penyembelihan hewan kurban lalu menyalurkannya kepada yang berhak.
"Oh, ternyata di kampung lain sudah takbiran! di kampung kita mah besok aja kali ya,? Sepertinya dari arah Sindang wakaf dan Karangteja," ungkap seorang warga kampung Cihanjuang yang merespon suara takbir dari kejauhan tersebut, dirinya tak merasa heran dengan adanya perbedaan waktu perayaan Idul Adha.
"Mau besok lebaran, mangga! mau Minggu silahkan, tapi kalau saya mah ikut kata umaro saja ,beda mah dari dulu juga sering, tapi kan gak apa-apa semua ada dalil atau alasannya, ada tanggung jawabnya, yang penting tentram selalu," kata dia.
Lain pandangan warga Kecamatan Sukaratu, lain pula pandangan warganet.
Perbedaan tersebut sempat memunculkan pertanyaan besar, mengapa bisa terjadi? Terkait perbedaan Idul Adha, baik di Indonesia sendiri dan Arab Saudi, Ustadz Abdul Somad memberikan jawaban alasan perbedaan tersebut. Baca di sini: Perbedaan Idul Adha Menurut Ustadz Abdul Somad
Apakah Senin Hari Libur?
"Yang saya pertanyakan jika Minggu Idul Adha, apakah hari Seninnya Libur? kan biasanya kalau nggak maju ya mundur," tanya dia berseloroh, mungkin juga serius.
Menanggapi hal tersebut, bila merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai libur nasional dan cuti bersama, Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada Minggu,10 Juli 2022.
Dan Tanggal 9 Juli tetap menjadi hari libur sesuai dengan aturan yang dimuat dalam SKB 3 Menteri. Sementara, Idul Adha diperingati pada 10 Juli 2022 sesuai hasil sidang isbat yang telah disepakati.
Untuk cuti bersama Idul Adha 2022 pemerintah memutuskan tidak ada cuti bersama saat perayaan Idul Adha, tidak seperti ketika perayaan Hari Raya Iedul Fitri. Dengan demikian, libur Idul Adha hanya satu hari, yakni pada Sabtu, 9 Juli 2022.
Sementara Minggu, 10 Juli 2022 yang ditetapkan sebagai Idul Adha 2022 bertepatan dengan libur tanggal merah akhir pekan tidak akan bergeser ke hari berikutnya, yakni hari Senin.
Religi
Religi
Religi
Religi
Religi
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib