SIAPBELAJAR.COM- Sahabat siapbelajar, tentunya kalian pasti pernah mendengar seseorang yang mendeskripsikan dirinya sebagai introvert, ekstrovert, atau bahkan ambivert. Ya, hal tersebut merupakan tipe-tipe kepribadian yang dimiliki oleh seseorang.
Setiap orang memiliki tipe kepribadian yang berbeda, ada yang memiliki kepribadian introvert, ada juga yang extrovert atau bahkan ambivert.
Namun, apakah kalian tau perbedaan dari masing-masing tipe kepribadian tersebut? Yuk simak penjelasan berikut ini!
1. Introvert
Konsep introvert dan
ekstrovert pertama kali dicetuskan oleh psikiater asal Swiss yang bernama Carl
Jung. Ia percaya bahwa beberapa orang bisa mendapatkan energi dari dunia
eksternal (ekstrovert) sedangkan yang lainnya mendapatkan energi dari dunia
internal (introvert).
Orang dengan jenis kepribadian introvert biasanya merupakan seseorang yang bisa menyerap energi ketika sedang sendiri dan memilih ketenangan untuk refleksi. Mereka tidak menolak menghabiskan waktu bersama satu atau dua orang terdekatnya.
Terkadang mereka membutuhkan waktu menyendiri untuk memulihkan energinya setelah berinteraksi di lingkungan sosialnya. Mereka juga cenderung tidak suka omongan basa-basi, dan lebih memilih percakapan yang lebih berarti dan to the point. Ciri-ciri kepribadian introvert adalah:
1. Memilih Kerja
Sendiri.
Jika kalian merasa
kerja kelompok terlalu berlebihan, tandanya kalian adalah seorang introvert.
Orang introvert biasanya bekerja lebih efektif ketika mereka bekerja sendiri
karena bisa lebih fokus.
2. Introspektif dan
Ingin Tahu.
Sebelum merencanakan
sesuatu, biasanya seorang introvert memilih untuk memikirkannya secara matang
terlebih dahulu. Cara berpikir orang introvert bisa dibilang lebih internal.
Pola berpikir ini yang mendorong mereka untuk banyak melakukan riset dan
refleksi diri sendiri.
3. Memilih Menulis
Dibanding Berbicara.
Orang introvert lebih memilih untuk menuangkan pikirannya lewat tulisan daripada lisan, apalagi jika mereka sedang tidak siap untuk berbicara.
2. Ekstrovert
Ekstrovert sering didefinisikan sebagai "life of the party". Mereka sangat tertarik dengan interaksi sosial, bahkan bisa mengambil energi dari situasi tersebut.
Ahli saraf mengatakan bahwa seorang ekstrovert lebih responsif terhadap stimulasi dari luar karena otak mereka mengeluarkan lebih banyak dopamine di tengah situasi sosial. Dopamine sendiri adalah senyawa kimia di otak yang menyebabkan rasa senang dan puas.
Adapun ciri-ciri dari extrovert adalah:
1. Tidak Suka
Menyendiri
Ekstrovert tidak suka
menyendiri karena mereka merasa bahwa keadaan tersebut justru menguras energi
mereka. Justru, mereka mengisi ulang energi dengan berada di tengah orang
banyak.
2. Senang Berada di
Tengah Orang Banyak
Berbeda dengan
introvert, ekstrovert justru merasa nyaman berkumpul dalam kelompok besar.
Mereka bahkan tidak segan menjadi pemimpin di kerja kelompok dan kegiatan
sosial setelah mereka terjun ke dunia kerja.
3. Memiliki Banyak
Teman
Orang ekstrovert lebih mudah mendapatkan teman baru karena mereka merasa nyaman dengan energi orang lain. Mereka juga memiliki jaringan sosial yang luas dengan banyak kenalan.
4. Outgoing dan Optimis.
Terkadang extrovert
disebut sebagai orang yang bahagia, positif, ceria dan ramah. Mereka jarang
terlalu memikirkan kesulitan dalam hidup.
5. Tidak Khawatir dengan Risiko.
Biasanya, orang ekstrovert senang melakukan tindakan yang berisiko. Jika tindakan tersebut berhasil dan risikonya terbayarkan, mereka akan merasa sangat puas.
3. Ambivert
Introvert dan ekstrovert merupakan sebuah spektrum, yang artinya tidak semua orang 100% memiliki kepribadian introvert atau ekstrovert, tapi justru berada di tengah-tengah.
Sahabat siapbelajar, kalian bisa saja berada lebih dekat dengan sisi introvert
atau ekstrovert. Jika kalian merasa tidak cocok dengan deskripsi kedua kepribadian
tersebut, kemungkinan besar kalian adalah seorang ambivert.
Kepribadian ambivert bisa condong ke sisi introvert atau ekstrovert, tergantung pada situasi yang mereka hadapi. Berikut ciri-ciri kepribadian ambivert yang perlu kalian ketahui:
1. Pendengar yang Baik.
Ekstrovert mungkin
lebih banyak bicara, sedangkan introvert lebih banyak melihat dan mendengar.
Tapi ambivert tahu kapan harus bicara dan kapan harus menjadi pendengar.
2. Bisa Mengatur
Perilaku.
Kepribadian ambivert bisa menyesuaikan perilakunya tergantung dari orang dan lingkungan di sekelilingnya.
3. Merasa Nyaman di Situasi Sosial, Tapi Juga Menghargai Waktu Menyendiri.
Jika mendapat undangan pesta dari temannya, seorang ambivert mungkin akan memikirkan pro dan kontra dari acara tersebut. Mereka bisa saja memilih untuk pergi atau tidak.
4. Memiliki Empati yang Tinggi.
Kepribadian ambivert bisa menjadi pendengar yang baik dan mengerti situasi seseorang. Jika seorang temannya mengalami masalah, ambivert akan mendengarkan dan memberikan pertanyaan mendalam untuk membantu menyelesaikan masalah.
Share and Care
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib