Pekerjaan yang Akan Hilang karena AI: Apa yang Harus Dilakukan?

A. Fateeh

Penulis : A. Fateeh
Editor : A. Fateeh

1

0

Trending
1687922235981_1687922249

Pekerjaan yang Akan Hilang Karena AI

Mediana.id - AI (Artificial Intelligence) adalah teknologi yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti pengenalan wajah, pengolahan bahasa alami, dan pembelajaran mesin. AI diprediksi akan mengubah dunia kerja secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, dengan menggantikan sebagian pekerjaan manusia yang sifatnya rutin, manual, atau membutuhkan keahlian khusus.

Menurut laporan World Economic Forum (WEF) bertajuk "Future of Jobs Report 2023", AI diestimasikan mampu menyelesaikan 43 persen pekerjaan yang ada dunia pada 2027. Sementara porsi manusia sekitar 57 persen. Laporan WEF juga meramalkan sekitar 14 juta tenaga kerja global bakal menganggur dalam lima tahun ke depan (2023-2027), gara-gara AI. WEF mengungkapkan, AI diprediksi bakal membuat 83 juta pekerjaan hilang. Sementara sekitar 590 juta pekerjaan tetap dan 69 juta pekerjaan bakal tercipta.

Jadi, apa saja jenis pekerjaan yang diprediksi akan hilang karena AI? Dan apa yang harus dilakukan para pekerja untuk menghadapi tantangan AI? Simak ulasan berikut ini.

Jenis Pekerjaan yang Akan Hilang karena AI

Berikut ini adalah beberapa jenis pekerjaan yang diprediksi akan hilang karena AI:

- Pekerjaan administratif, yang sifatnya rutin dan berulang seperti pengisian data dan pengarsipan. AI dapat melakukan pekerjaan ini dengan lebih cepat, akurat, dan murah daripada manusia.

- Pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus, seperti akuntansi dan hukum. AI dapat menganalisis data, membuat laporan, dan memberikan saran dengan menggunakan algoritma dan basis data yang canggih.

- Pekerjaan di sektor produksi, seperti operator mesin dan assembly line worker. AI dapat mengoperasikan mesin, merakit produk, dan mendeteksi kesalahan dengan lebih efisien dan aman daripada manusia.

- Pekerjaan yang sifatnya manual, seperti sopir truk dan pekerja konstruksi. AI dapat mengemudikan kendaraan, mengangkut barang, dan membangun struktur dengan menggunakan sensor, kamera, dan robotika.

- Pekerjaan di sektor layanan, seperti kasir, penjaga tiket, dan petugas pos. AI dapat melayani pelanggan, memproses pembayaran, dan mengirim surat dengan menggunakan sistem pengenalan suara, pemindai sidik jari, dan drone.

Apa yang Harus Dilakukan?

Meskipun AI dapat menggantikan banyak pekerjaan manusia, bukan berarti manusia tidak memiliki tempat di dunia kerja masa depan. Sebaliknya, manusia perlu meningkatkan keterampilan mereka yang tidak dapat digantikan oleh mesin, seperti kreativitas, kritisisme, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan ini diperlukan untuk menyelesaikan masalah kompleks, berinovasi, dan bekerja dalam tim lintas disiplin.

Selain itu, para pekerja perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pasar tenaga kerja yang dinamis dan fleksibel, dengan bersedia mengubah karier atau bidang kerja sesuai dengan permintaan. Mereka juga perlu memanfaatkan peluang-peluang pembelajaran seumur hidup yang tersedia secara online atau offline. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kompetensi mereka dan tetap relevan di era digital.

Terakhir, para pekerja perlu belajar cara bekerja bersama dengan teknologi AI sebagai sumber daya dan bukan ancaman. Mereka dapat memanfaatkan keunggulan AI untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi pekerjaan mereka. Mereka juga dapat berkolaborasi dengan AI untuk menciptakan solusi-solusi baru yang lebih baik daripada yang dapat dilakukan oleh manusia atau mesin secara terpisah.

Kesimpulan

AI adalah teknologi yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. AI diprediksi akan menggantikan sebagian pekerjaan manusia yang sifatnya rutin, manual, atau membutuhkan keahlian khusus. Namun, bukan berarti manusia tidak memiliki tempat di dunia kerja masa depan. Sebaliknya, manusia perlu meningkatkan keterampilan mereka yang tidak dapat digantikan oleh mesin, menyesuaikan diri dengan perubahan pasar tenaga kerja, dan belajar cara bekerja bersama dengan teknologi AI. Mediana.id

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682561081394_1682561358

Saintek

Awal Mei 2023 Kemenag Akan Gelar Pemetaan Kompetensi Guru PAI

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam dikabarkan bakal menggelar Pemetaan Kompetensi atau PK Online Program Pengembangan Keprofesian
1691650938487_1691650950

Saintek

7 Pekerjaan yang Bisa Dibantu AI di Masa Depan

Mediana.id - Kecerdasan buatan (AI) adalah teknologi yang mampu meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi. AI telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang dan industri, mulai
1691649322698_1691649332

Ekonomi

Industri Otomotif Indonesia Bersinar, Peringkat 11 Dunia dalam Produksi Kendaraan Bermotor

Mediana.id - Indonesia berhasil meningkatkan produksi dan penjualan kendaraan bermotor di tahun 2022. Menurut data dari Organisasi Pabrikan Otomotif Internasional (OICA), Indonesia menempati peringkat
Pesantren dan Modernisasi_1690340923

Religi

Pesantren: Lembaga Pendidikan Islam yang Bertahan di Tengah Modernitas

Mediana.id - Suara adzan berkumandang dari masjid yang berdiri megah di tengah-tengah kompleks pondok pesantren. Para santri bergegas menuju tempat shalat, meninggalkan kamar-kamar asrama yang sederha
1690289024586_1690289037

Share and Care

Teknologi AI dan Masa Depan Dunia Pendidikan

Mediana.id - Teknologi AI atau kecerdasan buatan adalah teknologi yang mampu membuat mesin atau komputer meniru kemampuan manusia dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi. Teknologi ini telah berkemba