Kak Seto: Pembalajaran di Dalam atau Luar Jaringan yang Terpenting Kurikulum Kehidupan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Share and Care
1658302665064_1658302925

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Psikolog., atau yang akrab disapa Kak

SIAPBELAJAR.COM - Pembelajaran daring dan luring menjadi topik yang banyak dibicarakan. Tidak hanya di kalangan para siswa namun juga para orang tua. Banyak yang membanding-bandingkan kedua sistem pembelajaran tersebut dan mencari pembelajaran terbaik.

Sebagian menganggap daring lebih baik, sebagian lainnya menganggap luring yang terbaik. Namun, kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting diketahui apa saja kurang dan lebihnya.

Saat pandemi metode pendidikan berubah dari  tatap muka menjadi online atau daring dengan tujuan mencegah berkumpul dan mengurangi interaksi siswa agar tidak terjadi penyebaran virus yang menyebabkan klaster penularan Covid-19.

Baca Juga: Lomba Kompetensi Siswa Jawa Barat Sudah Dimulai, Digelar Daring 

Tanggapan Kak Seto

Sebagian orangtua bersilang pendapat mengenai apakah PTM atau pembelajaran jarak jauhkah (PJJ) secara daring (online) yang terbaik untuk anak? Maka, Kak Seto memberikan tanggapannya.

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Psikolog., atau yang akrab disapa Kak Seto, mengatakan bahwa pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini harus mengedepankan yang terbaik bagi anak.

Jika PTM belum memungkinkan, maka jangan dipaksakan, mengingat wabah virus corona masih melanda.

Kak Seto beranggapan, PTM yang dilaksanakan harus menyenangkan. Pasalnya, situasi pandemi covid-19 membuat anak lebih ditekankan untuk belajar mengenai kehidupan dan apa saja, sehingga tidak terlalu fokus pada kurikulum yang ada.

"Selama dua tahun beberapa keluarga melakukan PTM dengan cara menyenangkan berhasil. Bahkan ada surat edaran dari Menteri Pendidikan yang menekankan bahwa zaman pandemi jangan terlalu menekankan pada kurikulum, pada temuan standar, atau target kurikulum," paparnya.

Menurut Kak Seto, yang paling penting adalah kurikulum kehidupan tentang bagaimana anak memiliki rasa senang  saat diminta belajar, mereka bisa belajar apa pun yang mereka sukai.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1671243545444_1671243561

Saintek

100 Guru Madrasah dan Widyaiswara Berbagi Inovasi Pembelajaran

SIAPBELAJAR.COM - Kehadiran teknologi di dunia pendidikan memudahkan guru dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran. Kehadiran teknologi sebagai media pembelajaran juga dapat membantu guru
1667470419732_1667470492

Ekonomi

Launching Implementasi Pembelajaran Terintegrasi di Lingkungan Kemenkeu

SIAPBELAJAR.COM - Dalam Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival di Jakarta pada Kamis (03/11), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati me-launching Program Implementasi Pembelajaran Terintegra
1665127821101_1665127828

Saintek

Lingkungan Belajar Harus Merdeka dari Diskriminasi

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyatakan keprihatinannya atas diskriminasi yang dialami oleh pelajar beragama Kristen di SMAN 2 Depok
1664528351753_1664528458

Saintek

Pahami Kecakapan 6C dalam Pembelajaran Abad 21, Ubah Pendekatan Mengajar

SIAPBELAJAR.COM – Para guru dituntut menguasai perkembangan abad ke-21 serta terus mengasah dan meningkatkan keterampilan diri untuk memenuhi tuntutan global, kehidupan, dan pekerjaan. Tugas guru
1663742057339_1663742086

Trending

5 Langkah Cara Aktifkan Akun belajar.id

SIAPBELAJAR.COM - Kemendikbud dan melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) meluncurkan Akun Pembelajaran dengan domain belajar.idSelanjutnya, Akun Pembelajaran ini merupakan akun elektron