Kemenkumham: Konten YouTube Dapat Jadi Jaminan Pinjaman Bank

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1658663572174_1658663655

Ilustrasi Youtuber

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengungkap pengumuman mengejutkan untuk para pembuat konten YouTube. Kemenkumham menyatakan konten YouTube yang banyak beredar, dapat dijadikan jaminan untuk pengajuan pinjaman ke bank.

Soal konten YouTube sebagai jaminan pinjaman itu, disebutkan telah dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif.

Lebih lanjut, penjelasan kebijakan PP Nomor 24 Tahun 2022 diungkap oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly dalam acara yang digelar di Solo, Jawa Tengah.

Menkumham Yasonna Laoly menjelaskan bahwa kebijakan terkait konten YouTube berlaku sebagai jaminan pinjaman bank adalah bentuk keberpihakan pemerintah yang berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Kalau kita mempunyai sertifikat kekayaan intelektual atau merek atau hak cipta yang masuk ke YouTube. Kalau sudah jutaan viewers, itu sertifikatnya sudah mempunyai nilai jual. Kalau kita tiba-tiba membutuhkan uang kita bisa gadaikan di bank," ujar Yasonna.

Selain itu, PP Nomor 24 Tahun 2022 juga akan menjadi wadah tentang skema pembiayaan khusus untuk para pelaku ekonomi kreatif.

Yasonna Laoly dalam pernyataan terbarunya, melalui Kanal YouTube DJKI Kemenkumham, mengatakan bahwa peraturan ini mengatur diantaranya terkait skema pembiayaan yang dapat diperoleh oleh pelaku ekonomi kreatif melalui lembaga keuangan bank maupun non bank yang berbasis kekayaan intelektual.

Lebih lanjut, konten YouTube sebagai jaminan pinjaman bank ternyata memiliki syarat penting yang harus dipenuhi, yakni jumlah penonton video.

Disebutkan Yasonna, jumlah penonton konten YouTube harus berada di angka jutaan untuk bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman bank.

Sedangkan untuk pihak yang akan menaksir nilai konten YouTube, Yasonna menyebut lembaga keuangan yang akan melakukan itu.

Intinya, semakin tinggi nilai yang dihasilkan dari konten YouTube, maka pinjaman bank yang didapat akan semakin besar.

"Lembaga keuangan akan menentukan nilai kekayaan intelektual. Semakin tinggi value dan potensi ekonomi dari karya cipta, merek, atau paten yang dimiliki tersebut maka nilai pinjaman yang diberikan pun akan semakin besar," pungkas Yasonna.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663301555027_1663301622

Ekonomi

Wamenkeu Apresiasi Inisiatif CBS Bank Indonesia sebagai E-Banking Pemerintah

SIAPBELAJAR.COM - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengapresiasi inisiatif layanan Core Banking System (CBS) Bank Indonesia (BI) untuk mendukung kinerja pengelolaan keuangan negara.&n
1662628505087_1662628529

Ekonomi

PT Bank OCBC NISP Tbk Buka Strategi untuk Milenial Persiapkan Dana Pendidikan Anak

SIAPBELAJAR.COM - PT Bank OCBC NISP Tbk mengungkap strategi mempersiapkan dana pendidikan anak bagi generasi milenial. Pasalnya, untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, tidak akan cukup hanya dengan
1661908160021_1661908171

Saintek

Pelajar di Labuhanbatu Tanamkan Kebiasaan Produktif Sejak Dini

SIAPBELAJAR.COM - Menabung sejak dini turut menanamkan kebiasaan produktif dan kebiasaan untuk selalu merencanakan masa depan. Menabung sejak dini merupakan suatu
1661038663913_1661038750

Ekonomi

Kerja di BI Menanti untuk Lulusan S1 dan S2, Syarat Berlaku

SIAPBELAJAR.COM - Bank Indonesia (BI) akan membuka lowongan kerja untuk lulusan S1 dan S2 melalui jalur penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Muda (PCPM). Informasi ini diumumkan melalui akun resmi inst
1660881964702_1660881996

Trending

BI Resmi Luncurkan Tujuh Pecahan Uang Kertas Baru

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) resmi merilis tujuh pecahan uang kertas baru yang terdiri dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000. Rp 10.000, Rp 20.000. Rp 50.000 dan Rp 100.000.Ketujuh