Mediana.id - Kanada mencatat rekor hari terpanas di dunia pada hari Senin, ketika suhu di kota Lytton, British Columbia, mencapai 47,9 derajat Celsius. Rekor ini mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat di Death Valley, California, pada tahun 1913.
Rekor ini terjadi di tengah gelombang panas yang melanda wilayah barat laut Pasifik Amerika dan Kanada. Gelombang panas ini disebabkan oleh fenomena yang disebut "kubah panas", yaitu ketika udara panas terperangkap di bawah tekanan tinggi dan tidak bisa bergerak.
Gelombang panas ini telah menyebabkan dampak yang serius bagi kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur. Ribuan orang mengalami masalah pernapasan, dehidrasi, dan heatstroke. Beberapa orang bahkan meninggal karena kepanasan.
Selain itu, gelombang panas ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, kekeringan, dan pemadaman listrik. Banyak tempat yang tidak memiliki fasilitas pendingin udara atau ventilasi yang memadai. Beberapa sekolah dan tempat kerja bahkan harus ditutup karena suhu yang tidak tertahankan.
Para ahli mengatakan bahwa gelombang panas ini adalah akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Mereka memperingatkan bahwa fenomena seperti ini akan semakin sering dan parah terjadi di masa depan jika tidak ada tindakan yang segera dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sementara itu, musim panas di belahan bumi utara baru saja dimulai pada tanggal 21 Juni lalu. Para meteorolog memprediksi bahwa suhu akan tetap tinggi selama beberapa hari ke depan. Mereka menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri dari bahaya panas.
Mediana.id
Share and Care
Share and Care
Saintek
Share and Care
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib