Mengenal Burung Cendrawasih

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1659186741695_1659187019

Burung Cendrawasih

SIAPBELAJAR.COM - Pesona dan eksotisme wilayah Indonesia bagian timur meliputi panorama alam, adat budaya, serta flora dan fauna sungguh sangat memukau. Bahkan kawasan ini dijuluki sebagai potongan surga di bumi. Predikat itu sepertinya tidak berlebihan, karena Papua memiliki keunikan yang luar biasa, salah satunya adalah Burung Cendrawasih.

Burung Cenderawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Cendrawasih biasanya ditemukan di Indonesia seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia timur.

Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya.

Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.

Taksonomi 

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Paradisaeidae

Habitat Burung Cendrawasih

Cendrawasih umumnya menghuni kawasan hutan dataran rendah hingga pegunungan di daerah Indonesia Timur. Habitatnya berada di hutan hujan triopis dengan vegetasi lebat di wilayah kelupauan Selat Tores, Pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini) serta Australia Timur.

Burung ini menyukai kawasan dengan tegakan tinggi dan percabangan yang agak rapat serta terdapat beberapa jenis tumbuhan merambat disekitarnya. Beberapa jenis pohon yang dijadikan tempat tinggal Cenderawasih adalah pohon beringin (Ficus benjamina), Myristica sp., Pandaus sp., Instia sp., Palaquium sp., dan Hapololobus sp.

Pohon tersebut dijadikan tempat bernaung, bertengger, berlindung dan bersarang atau meletakkan telur-telurnya. Contohnya adalah jenis Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor) yang berkembang biak di pohon beringin.

Burung ini cocok hidup di daerah hutan primer, sehingga jika habitat yang ditempatinya telah berubah dan tidak lagi disukai maka akan berpindah ke wilayah lain yang sesuai dengan karakteristik hidup Burung Cendrawasih.

Makanan sehari-hari burung ini adalah bijian-bijian, buah berry, serangga, serta ulat. Di alam liar, kelangsungan hidup Cendrawasih sangat tergantung pada kondisi alam hutan, oleh karena itu burung ini sangat rentah terhadap perubahan fungsi hutan.

Pelestarian Cendrawasih

Burung cendrawasih saat ini populasinya dalam keadaan kritis dan terancam punah, sehingga perlu pelestarian untuk menjaga satwa asli Papua ini. Upaya pelestarian dilakukan dengan berbagai cara, meliputi penangkaran, perawatan, pembudidayaan, pencegahan perburuan lias, serta mengaja jumlah populasi di alam liar.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1659251487178_1659251618

Saintek

Taksonomi & Morfologi Daun Pandan

SIAPBELAJAR.COM - Pandan adalah jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia dan neg
1659186741695_1659187019

Keluarga

Mengenal Burung Cendrawasih

SIAPBELAJAR.COM - Pesona dan eksotisme wilayah Indonesia bagian timur meliputi panorama alam, adat budaya, serta flora dan fauna sungguh sangat memukau. Bahkan kawasan ini dijuluki sebagai potongan su
1658493421962_1658493762

Saintek

Bunga Kamboja

SIAPBELAJAR.COM - Kemboja atau semboja (Plumeria) adalah sekelompok tumbuhan dalam genus Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harumnya sangat khas, deng
1658209531876_1658209605

Trending

4 Siswa Indonesia Raih Prestasi Pada Olimpiade Biologi Internasional 2022

SIAPBELAJAR.COM - Empat siswa terbaik Indonesia dalam bidang biologi raih empat mendali di ajang Olimpiade Biologi Internasional atau International Biology Olympiad (IBO) ke-33 tahun 2022.IBO ke-33
1657258511556_1657258549

Saintek

Klasifikasi Ilmiah Bunga Asoka

SIAPBELAJAR.COM - Tahukah anda bahwa tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki sejarah cukup panjang, di mana bunga soka diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki arti terbebas. D