SIAPBELAJAR.COM - Pesona dan eksotisme wilayah Indonesia bagian timur meliputi panorama alam, adat budaya, serta flora dan fauna sungguh sangat memukau. Bahkan kawasan ini dijuluki sebagai potongan surga di bumi. Predikat itu sepertinya tidak berlebihan, karena Papua memiliki keunikan yang luar biasa, salah satunya adalah Burung Cendrawasih.
Burung Cenderawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Cendrawasih biasanya ditemukan di Indonesia seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan Australia timur.
Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya.
Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.
Taksonomi
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Paradisaeidae
Habitat Burung Cendrawasih
Cendrawasih umumnya menghuni kawasan hutan dataran rendah hingga pegunungan di daerah Indonesia Timur. Habitatnya berada di hutan hujan triopis dengan vegetasi lebat di wilayah kelupauan Selat Tores, Pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini) serta Australia Timur.
Burung ini menyukai kawasan dengan tegakan tinggi dan percabangan yang agak rapat serta terdapat beberapa jenis tumbuhan merambat disekitarnya. Beberapa jenis pohon yang dijadikan tempat tinggal Cenderawasih adalah pohon beringin (Ficus benjamina), Myristica sp., Pandaus sp., Instia sp., Palaquium sp., dan Hapololobus sp.
Pohon tersebut dijadikan tempat bernaung, bertengger, berlindung dan bersarang atau meletakkan telur-telurnya. Contohnya adalah jenis Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor) yang berkembang biak di pohon beringin.
Burung ini cocok hidup di daerah hutan primer, sehingga jika habitat yang ditempatinya telah berubah dan tidak lagi disukai maka akan berpindah ke wilayah lain yang sesuai dengan karakteristik hidup Burung Cendrawasih.
Makanan sehari-hari burung ini adalah bijian-bijian, buah berry, serangga, serta ulat. Di alam liar, kelangsungan hidup Cendrawasih sangat tergantung pada kondisi alam hutan, oleh karena itu burung ini sangat rentah terhadap perubahan fungsi hutan.
Pelestarian Cendrawasih
Burung cendrawasih saat ini populasinya dalam keadaan kritis dan terancam punah, sehingga perlu pelestarian untuk menjaga satwa asli Papua ini. Upaya pelestarian dilakukan dengan berbagai cara, meliputi penangkaran, perawatan, pembudidayaan, pencegahan perburuan lias, serta mengaja jumlah populasi di alam liar.
Saintek
Keluarga
Saintek
Trending
Saintek
06 February 2024 - 19:51 wib
24 June 2023 - 10:37 wib
22 June 2023 - 07:26 wib
16 June 2023 - 10:54 wib
22 April 2023 - 14:27 wib