Gejala Usus Buntu Yang Perlu di Waspadai

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1660916368466_1660916391

Usus Buntu

SIAPBELAJAR.COM - Penyakit usus buntu atau apendisitis, merupakan kondisi peradangan pada usus buntu (apendiks). Perlu diketahui bahwa usus buntu merupakan organ berbentuk kantong yang tersambung ke usus besar dari sisi kanan bawah perut. 

Meski siapa pun dapat terkena radang usus buntu, tapi penyakit ini paling sering terjadi pada orang berusia antara 10 dan 30 tahun. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit usus buntu dapat menjadi serius dan menyebabkan usus buntu pecah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri hebat yang dapat berdampak fatal. 

Penyebab Penyakit Usus Buntu

Apendisitis dapat terjadi ketika usus buntu tersumbat oleh hal tertentu. Misalnya seperti kotoran, benda asing (sesuatu di dalam tubuh yang tidak seharusnya ada), hingga kanker. Penyumbatan juga dapat terjadi akibat infeksi, karena usus buntu dapat membengkak sebagai respons terhadap infeksi apa pun di dalam tubuh.

Gejala Usus Buntu

1. Sakit perut bagian kanan bawah (gejala khas usus buntu)

Penyakit usus buntu biasanya diawali dengan gejala nyeri atau kram pada perut yang terjadi secara mendadak. Akan tetapi kebanyakan orang lebih sering mengalami sakit perut yang intens dibanding dengan kram perut.

Gejala usus buntu satu ini terjadi karena usus buntu mengalami pembengkakan dan peradangan. Hal tersebut terjadi akibat adanya iritasi lapisan dinding perut, sehingga Anda mengalami nyeri di bagian perut.


Namun, perlu diketahui bahwa lokasi munculnya ciri-ciri usus buntu ini berbeda tiap orang. Bergantung dengan usia dan area usus buntu mana yang mengalami masalah.

Dalam banyak kasus, nyeri perut dimulai pada perut tengah atas dekat pusar dan biasa berpindah ke bagian perut kanan bawah.

Namun, ada beberapa orang yang mengalami usus buntu di bagian belakang sehingga rasa sakit, nyeri, atau kram terjadi di punggung bagian bawah atau panggul.

Sementara jika Anda sedang hamil, rasa nyeri mungkin akan muncul di perut bagian atas. Pasalnya posisi usus buntu cenderung lebih tinggi selama kehamilan karena terdorong janin.

Secara umum nyeri perut akibat gejala usus buntu biasanya cenderung semakin meningkat bila Anda melakukan gerakan, menarik napas dalam-dalam, mengejan, batuk atau bersin.

2. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

Hampir semua orang yang mengalami gangguan pencernaan, biasanya mengalami gejala mual dan muntah. Ternyata gejala ini juga terjadi pada usus buntu.

Munculnya ciri-ciri usus buntu ini kemungkinan besar disebabkan oleh peradangan pada saluran cerna dan sistem saraf. Rasa tidak nyaman pada perut ini, tentunya dapat menurunkan nafsu makan secara drastis. Saking seringnya muncul saat masalah pencernaan terjadi, banyak yang menyepelekan tanda usus buntu ini.

3. Gangguan pencernaan

Selain mual dan muntah, beberapa orang yang mengalami usus buntu juga mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare.

Di samping itu, gejala usus buntu mengganggu lain yang juga menyertai adalah susah buang angin alias kentut dan sakit pinggang. Kondisi ini tentu membuat perut semakin tidak nyaman. Anda mungkin merasakan perut jadi penuh.

Bila Anda salah satu orang yang mengalami kesulitan untuk buang angin, kemungkinan besar penyumbatan pada usus sudah terjadi sebagian atau menyeluruh.

4. Demam ringan

Penyakit usus buntu bisa menyebabkan tanda berupa demam yang berkisar antara 37 – 38 derajat Celcius. Bila semakin parah, demam bisa mencapai 38 derajat Celcius disertai dengan peningkatan denyut jantung.


Terjadinya, demam ini merupakan reaksi alami sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi guna mengurangi jumlah bakteri jahat yang akan menyerang. Demam yang tinggi bisa menyebabkan tubuh banyak mengeluarkan keringat, bahkan tubuh menggigil.

5. Sering buang air kecil

Nah, ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang sedang meradang, maka hal tersebut juga akan memengaruhi kandung kemih. Akibatnya, kandung kemih pun akan mengalami peradangan serupa.

Meradangnya kandung kemih saat usus buntu terjadi, membuat Anda jadi lebih sering buang air kecil. Bila digambarkan lebih tepat, desakan buang air kecil jadi lebih sering, tapi urine yang dikeluarkan sedikit. Hal ini jugalah yang membuat buang air kecil jadi menyakitkan.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660916368466_1660916391

Keluarga

Gejala Usus Buntu Yang Perlu di Waspadai

SIAPBELAJAR.COM - Penyakit usus buntu atau apendisitis, merupakan kondisi peradangan pada usus buntu (apendiks). Perlu diketahui bahwa usus buntu merupakan organ berbentuk kantong yang tersambung ke u
1655206676577_1655206688

Trending

Gejala Omicron BA.4 dan BA.5

SIAPBELAJAR.COM - Varian baru COVID-19 memiliki mutasi pada protein, lonjakannya membuat lebih efektif menghindari sistem kekebalan tubuh dan lebih mudah menularMenurut sumber dari Departemen Kesehata
1654488302902_1654488314

Keluarga

Jangan Diabaikan! Berikut Gejala Awal Infeksi Cacar Monyet

Siapbelajar.com- Ketika pandemi COVID-19 semakin mereda, masyarakat tentu mendambakan kehidupan yang normal seperti sebelum wabah melanda. Namun, kini beberapa penyakit lain kian berdatangan, salah sa