Jambu Biji Bisa Sembuhkan DBD ?

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1661078886841_1661079024

Jambu Biji

SIAPBELAJAR.COM - Pengidap DBD umumnya mengalami penurunan kadar trombosit dalam darah. Jika kadar trombosit ini terus menurun hingga di bawah 20.000/mikroliter, kondisi ini dapat memunculkan efek yang berbahaya bagi tubuh pengidapnya. Salah satunya adalah perdarahan spontan yang sulit dihentikan. 

Oleh karena itu, mempertahankan kadar trombosit agar bisa pulih ke batas normal adalah hal yang penting dalam pengobatan DBD. Kadar trombosit yang normal umumnya berkisar antara 150.000/mikroliter hingga 450.000/mikroliter. 

Nah, untuk membantu meningkatkan kadar trombosit dalam tubuh pengidap DBD, jambu biji dapat menjadi solusi. Biasanya, pengidap DBD mengonsumsi buah ini dalam bentuk jus. Kandungan jambu biji yang bermanfaat untuk membantu pemulihan DBD adalah flavonoid jenis kuersetin. 

Zat tersebut diyakini dapat menghambat virus dengue untuk memperbanyak diri di dalam tubuh. Dengan begitu, tingkat infeksi virus di dalam tubuh pun akan berkurang. Nah, berkurangnya tingkat infeksi virus dengue ini dapat mencegah perdarahan akibat rusaknya trombosit dalam darah. 

Manfaat Jambu biji untuk Pasien Demam Berdarah 

1. Mempercepat pembentukan trombosit darah baru

Jambu biji merah memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Di dalam tubuh, vitamin C dapat membantu meningkatkan kerja sistem imun dalam menghentikan infeksi virus dengue.

Peningkatan sistem imun juga dapat merangsang pembentukan platelet atau trombosit darah baru. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengembalikan jumlah trombosit yang hilang akibat perdarahan selama fase kritis demam berdarah.

Di samping itu, jambu biji memiliki suatu komponen bioaktif bernama trombinol yang berperan penting dalam pengaturan produksi trombosit. Manfaat jambu biji untuk demam berdarah ini dijelaskan dalam studi rilisan Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine.

Peneliti menyebutkan trombinol dapat meningkatkan fungsi hormon trombopoietin dalam memproduksi platelet atau trombosit.

Cara kerja trombinol yang terkandung dalam jambu biji ini bermanfaat untuk mengatasi kondisi penurunan trombosit darah, termasuk yang disebabkan oleh DBD.

2. Membantu menghentikan pertumbuhan virus

Jambu biji merah juga kaya akan quercetin, yaitu senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Riset yang dipublikasikan Journal of Natural Medicines menjelaskan senyawa aktif dalam jambu biji ini berperan untuk menghambat proses infeksi virus penyebab demam berdarah.


Quercetin dapat menekan pertumbuhan virus dengan merusak materi genetik yang berperan penting dalam kelangsungan hidup virus, yaitu mRNA. Jika virus tidak memiliki mRNA yang cukup, virus tidak dapat berfungsi dengan baik.

Kondisi ini dapat mengakibatkan virus sulit untuk bertahan hidup dan memperbanyak diri. Alhasil, pertambahan jumlah virus penyebab DBD di dalam tubuh dapat ditekan sehingga lebih mudah bagi sistem imun untuk mengalahkan virus.

3. Menyehatkan sistem peredaran darah

Selain mengandung zat bioaktif penghambat infeksi, jambu biji juga mengandung berbagai jenis mineral yang bermanfaat untuk sistem peredaran darah.

Pada jambu biji terdapat magnesium, zat besi, fosfor, dan kalsium yang turut berperan dalam pembentukan trombosit dalam darah. Mineral fosfor bahkan memiliki fungsi khusus untuk memperbaiki jaringan-jaringan di sekitar pembuluh darah yang rusak dan mengalami kebocoran.

Dari beberapa penelitian diketahui bahwa jambu biji merah mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk pengobatan demam berdarah.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1661078886841_1661079024

Keluarga

Jambu Biji Bisa Sembuhkan DBD ?

SIAPBELAJAR.COM - Pengidap DBD umumnya mengalami penurunan kadar trombosit dalam darah. Jika kadar trombosit ini terus menurun hingga di bawah 20.000/mikroliter, kondisi ini dapat memunculkan efek yan
1655282021349_1655282043

Trending

Indonesia Termasuk Wilayah Endemis DBD

SIAPBELAJAR.COM - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyptif dan Aedes Albocpictus. Indonesia me