SIAPBELAJAR.COM - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyptif dan Aedes Albocpictus. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk sebagai wilayah endemis DBD dengan sebaran diseluruh wilayah tanah air.
Apabila orang terinfeksi Virus Dengue akan timbul gejala seperti demam mendadak, sakit kepala, nyeri bola mata, mual, pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah, serta muncul bintik merah pada orang yang mengalami DBD.
Baca juga: Manfaat dari Membaca Buku
Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat dan menimbulkan berbagai dampak sosial dan ekonomi. Maka dari itu dirasa perlu adanya peringatan Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai ajang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Sejak tahun 2010, negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN memperingati hari Demam Berdarah Dengue atau DBD. Mengingat negara-negara ASEAN merupakan daerah endemik DBD.
Hari DBD ditetapkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 di Hanoi pada 30 Oktober 2010. Adanya gagasan diatas merupakan bentuk tindak lanjut dari pernyataan WHO.
Tujuan peringatan hari DBD adalah untuk meningkatkan komitmen nasional dan antar-anggota ASEAN pada upaya pengendalian demam berdarah. Baik pencegahan, penanggulangan, hingga tata laksana. Sehingga angka kejadian dan kematian akibat DBD dapat ditekan.
Baca juga: Kabar Gembira, Lulusan SMK Bisa Kuliah di Jerman
Peringatan ASEAN Dengue Day 2022 menjadi salah satu ajang untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat di negara Asia Tenggara untuk mampu mencegah penyebaran penyakit DBD dengan menerapkan 3M plus, Yaitu:
1. Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air.
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah.
3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang)
Keluarga
Saintek
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib