SIAPBELAJAR.COM - Meski sudah di penghujung Bulan Agustus, Warga Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya Jawa Barat, masih tetap semangat mengisi kegiatan di bulan kemerdekaan ini.
Semarak lomba nasi liwet menggunakan tungku bakar diiringi live musik karouke pada Sabtu Malam (28/8/2022) di area lapangan bola voli Saguling Panjang menjadi hiburan rakyat yang meriah.
Menurut ketua Panitia Adma, perlombaan masih dalam rangka mengisi kememeriahan HUT RI ke-77.
"Pada kesempatan ini kita dapat melihat mereka ibu-ibu nampak semangat, dan semuanya mendadak jadi tukang masak dengan bahasa kerennya mungkin semacam chef atau koki" kata Adma
Tanah kosong di samping gedung sekolah MI Sindangwargi tersebut mendadak jadi dapur umum dengan deretan puluhan tungku dadakan yang terbuat dari susunan batu bata. Asap mengepul ke udara, membawa aroma yang menggugah selera. Ada aroma tempe dan tahu goreng, ikan bakar, sambal. Dan tentunya aroma uap nasi liwet yang merebak dari katel dan kastrol yang menggugah selera.
Lapangan yang awalnya kosong disulap menjadi resto dengan 9 stand sebagai tempat menaruh hidangan dengan beragam tampilan serta aksesoris yang ditata sedemikian menarik oleh para peserta
Persiapan Dasar
Dalam kegiatan tersebut para peserta yang mayoritas ibu-ibu itu harus mempersiapkan bahan dasar nasi liwet dari nol, seperti membeli beras, bumbu-bumbu (bawang, cabai, garam), minyak goreng, ikan asin, tempe, tahu, dan sebagainya di warung atau langsung ke pasar. Mencari kayu bakar, daun pisang dan keperluan lainnya. Kemudian membersihkan dan menanaknya di deretan tungku dengan api yang menyala.
Waktu perlombaan hanya 2 jam, dalam waktu singkat itu para peserta harus selesai mengolah nasi liwet yang harus segera dihidangkan di stand-stand yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Tata cara menghidangkan pun macam-macam. Ada yang mirip di resto modern tapi ada pula yang sederhana, original ala kampung.
Momentum untuk Warga
Menurut Jajang Ketua RT 01 lomba liwet ini merupakan tradisi tahunan di saguling panjang yang digelar setiap memasuki Bulan Agustus.
“Ini sebagai momentum mempererat silaturahmi antar warga dengan menggelar berbagai kegiatan Agustusan” katanya.
Selain lomba nasi liwet, dikatakan Jajang, ada beberapa kegiatan yang juga dilombakan seperti jalan sehat, panjat pinang, balap karung, balap makan kerupuk, memasukan paku ke dalam botol, memukul bantal di atas air dan perlombaan lainnya.
Tahun ini, diutarakan Jajang, perlombaan di kampungnya ada sedikit perbedaan yaitu dengan adanya lomba liwet.
Peserta lomba memasak nasi liwet sekaligus pemenang lomba nasi liwet, Ihah, mengaku, perlombaan tahun ini sangat seru karena 2 tahun lebih tertunda oleh pandemi, sehingga ia dan ibu-ibu yang ada di Kampung Saguling Panjang dapat ikut serta di kemeriahan tersebut.
Memupuk Kebersamaan
Sementara Ketua RW.04 Anhar mengatakan, selain pengutaraan rasa syukur di hari peringatan kemerdekaan juga sebagai sarana menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap generasi muda.
Penurut Anhar, perlombaan yang melibatkan generasi tua dan muda itu sebagai bentuk kebersamaan dan persatuan antar warga yang terjalin harmonis.
"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini warga kami tetap terajaga silaturahminya, sehingga tercipta warga yang solid dan harmonis" pungkasnya
Di tempat yang sama Anma salah satu anggota panitia yang tugasnya sebagai MC, mengatakan, ada tiga katagori penilaian pada kegiatan masak nasi liwet di daerahnya itu yaitu kerapihan hidangan, rasa serta kerapihan, kekompakan antar kelompok.
Pemenang lomba masak nasi liwet di daerah Kampung Saguling Panjang itu adalah Tim Kulon dengan total nilai 100, kedua Tim Mawar dengan nilai 90 dan ketiga Tim GMC dengan nilai 75.
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib