4 Alasan Nadiem Ubah Pola Masuk PTN

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1662957230782_1662957380

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkap sejumlah alasan mengubah pola s

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkap sejumlah alasan mengubah pola seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), salah satunya adalah memperkecil kesenjangan antara murid dengan latar ekonomi keluarga yang mapan dan mampu mengikuti bimbel dan yang tidak. 

Nadiem mengatakan perumusan pola seleksi mahasiswa baru ini berdasarkan lima prinsip perubahan.

1.   Pembelajaran yang menyeluruh dan mendalam. Dalam hal ini kecerdasan pada siswa tak hanya dilihat dari nilai akademik saja.

 2 .  Mendorong peserta didik untuk memiliki kemampuan penalaran yang tajam.

"Kita ingin lebih fokus pada penalaran dan bukan pada pemadatan materi. Bukan berapa hafalan yang dikuasai siswa tetapi kemampuan bernalarnya," kata Nadiem dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 22.

3.   Nadiem, melahirkan sistem penerimaan yang lebih inklusif dan mengakomodasi siswa dari berbagai kelas sosial. Hal ini bertujuan untuk menghapus diskriminasi antara peserta didik dengan tingkat sosial ekonomi tinggi dengan peserta didik yang berada di level menengah ke bawah.

4.  Ia ingin agar proses penerimaan mahasiswa baru lebih transparan.

"Terakhir, lebih terintegrasi dengan berbagai macam program dan cita-cita daripada mahasiswa kita," ujar Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan penghapusan tes mata pelajaran (mapel) dalam seleksi masuk PTN dilakukan karena selama ini para guru harus kejar tayang untuk menuntaskan materi, sehingga kurang dalam menekankan pemahaman.

"Dampaknya kualitas pembelajaran yang mendalam itu turun di dalam sekolah-sekolah kita," katanya.

Selain itu, kata Nadiem, tes mapel dalam seleksi masuk PTN menciptakan diskriminasi di lingkungan sekolah. Diskriminasi itu khususnya terjadi pada peserta didik yang tidak mampu mengikuti bimbingan belajar (bimbel) akibat faktor ekonomi.

"Banyak peserta didik yang tertekan, orang tua juga tertekan untuk harus mengikuti berbagai macam bimbingan belajar per mata pelajaran yang harus diambil di tes SBMPTN," katanya.

"Tekanan ini menjadi beban finansial, beban mental bagi murid, dan sangat diskriminatif terhadap peserta didik dari keluarga yang kurang mampu," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Nadiem optimistis keputusannya untuk menghapus mapel dalam tes masuk PTN mampu membawa perubahan lebih baik dan cukup signifikan bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Nadiem juga mengklaim kebijakan baru tersebut akan membuat tenaga pendidik lebih fokus dan tidak mengalami demotivasi saat mengajar peserta didik.

Menurutnya, seleksi masuk PTN semestinya tidak menurunkan kualitas pembelajaran pendidikan menengah serta perlu lebih inklusif dan adil bagi semua peserta didik.

Rancangan kebijakan baru yang dibuat Nadiem yakni menetapkan jalur memasuki PTN melalui tiga skema, yakni seleksi berdasarkan prestasi, tes skolastik, dan seleksi mandiri yang diselenggarakan masing-masing PTN.

Pertama, seleksi lewat jalur prestasi akan menggantikan SNMPTN. Dalam skema ini, tidak ada lagi pemisahan calon mahasiswa berdasarkan jurusan di pendidikan menengah.

Jalur prestasi hanya akan menyeleksi 50 persen nilai rata-rata rapor dan 50 persen sisanya diukur dari komponen minat dan bakat.

Kedua, seleksi tes skolastik akan menguji kemampuan kognitif, penalaran matematika, literasi Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tes itu akan berbeda dengan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang selama ini dilakukan.

Ketiga, jalur seleksi mandiri yang akan dilakukan oleh masing-masing PTN. Nadiem memastikan pemerintah berupaya agar seleksi mandiri dilakukan secara lebih transparan. PTN juga harus melakukan beberapa hal sebelum dan setelah seleksi mandiri.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682467957492_1682468114

Saintek

Kemendikbudristek Bawa Delegasi Hasil dari Program Merdeka Belajar

SIAPBELAJAR.COM - Pada Hannover Messe kali ini Kemendikbudristek membawa delegasi dari berbagai satuan pendidikan yang merupakan hasil dari program Merdeka Belajar. Khusus pada bidang vokasi, Kemendik
1680047949267_1680048246

Saintek

Penilaian Mandiri Keterbukaan Informasi Terhadap PTN

SIAPBELAJAR. COM -- Sebanyak 26 satuan kerja di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mampu meraih kualifikasi Informatif dalam hal menampilkan informasi publik
1679699566879_1679700178

Saintek

Calon Mahasiswa Baru, Buruan Daftar UTBK SNBT 2023 Sudah Dibuka

SIAPBELAJAR. COM – Calon mahasiswa yang akan melakukan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) perlu mengetahui syarat, cara, d
1677210962839_1677210985

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Percepatan Penyaluran Dana BOSP Tahun 2023

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen
1677106307630_1677106972

Saintek

Nadiem Tekan Dua Dimensi Kunci Pendidikan Vokasi

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim menekankan dua dimensi kunci dari pendidikan vokasi yaitu dimensi kebekerjaan atau kewirausahaan lulusan sert