Mediana.id - Jambore Pramuka Dunia 2023 yang digelar di Korea Selatan sejak 1 Agustus hingga 12 Agustus 2023 berakhir dengan kekacauan. Ribuan peserta dari berbagai negara mengalami kesulitan akibat cuaca panas ekstrem, fasilitas kurang memadai, dan ancaman badai.
Menurut laporan media lokal, sekitar 600 peserta jatuh sakit karena terkena panas dan dehidrasi. Mereka harus mendapatkan perawatan medis di tenda-tenda darurat yang didirikan di lokasi perkemahan. Beberapa peserta bahkan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Selain itu, fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara juga dinilai tidak memenuhi standar. Banyak peserta yang mengeluhkan kondisi tenda yang panas, bau, dan basah. Alas tenda yang terbuat dari palet kayu juga membuat mereka tidak nyaman. Bahkan, ada yang menemukan seekor ular di bawah tempat tidurnya.
Fasilitas toilet dan kamar mandi juga menjadi sorotan. Banyak peserta yang mengeluhkan bau menyengat dan sampah berserakan di lantai. Makanan yang disajikan juga tidak higienis. Beberapa peserta menemukan telur busuk dan makanan basi di antara menu mereka.
Tidak hanya itu, peserta juga harus menghadapi ancaman badai Khanun yang mendekati wilayah perkemahan. Badai ini membawa angin kencang dan hujan lebat yang dapat merusak tenda-tenda dan fasilitas lainnya. Akibatnya, banyak peserta yang memutuskan untuk meninggalkan perkemahan lebih awal.
Beberapa negara bahkan menarik kembali pesertanya dari Jambore Pramuka Dunia 2023. Amerika Serikat dan Inggris adalah dua negara besar yang mengambil langkah tersebut. Mereka menganggap bahwa penyelenggara tidak mampu menjamin keselamatan dan kesehatan pesertanya.
Jambore Pramuka Dunia 2023 merupakan acara empat tahunan yang diikuti oleh sekitar 43.000 peserta dari 158 negara. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan persaudaraan, persahabatan, dan perdamaian antara pramuka-pramuka dari seluruh dunia.
Namun, acara ini justru berubah menjadi mimpi buruk bagi banyak peserta. Banyak yang merasa kecewa dan tidak puas dengan penyelenggaraan Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan. Mediana.id
