“Kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak-anak kita yang mengikuti jambore ini. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi dan kondisi mereka,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi pers.
Topan Khanun merupakan badai tropis yang membawa angin kencang dan hujan lebat yang dapat merusak tenda-tenda dan fasilitas lainnya di lokasi perkemahan. Topan ini juga dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di pantai.
Selain topan Khanun, peserta jambore juga menghadapi berbagai kendala lain, seperti cuaca panas ekstrem, fasilitas kurang memadai, sanitasi buruk, dan makanan terbatas. Akibatnya, ratusan peserta jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan medis.
Jambore Pramuka Sedunia 2023 merupakan acara empat tahunan yang diikuti oleh sekitar 43.000 peserta dari 158 negara. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan persaudaraan, persahabatan, dan perdamaian antara pramuka-pramuka dari seluruh dunia.
Namun, acara ini justru berakhir dengan kekacauan dan kekecewaan bagi banyak peserta. Beberapa negara bahkan menarik kembali kontingen mereka dari jambore ini. Jambore Pramuka Sedunia 2023 di Korea Selatan akan diakhiri lebih awal pada Rabu, 9 Agustus 2023. Mediana.id