Kenali Gejala Kanker Getah Bening

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Keluarga
1664032451763_1664032472

Kanker Getah Bening

SIAPBELAJAR.COM - Kanker getah bening atau limfoma merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Limfoma dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, amandel, limpa, kelenjar timus, usus, dan sumsum tulang.

Ada dua jenis limfoma yang paling sering ditemukan, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis limfoma ini umumnya dapat dibedakan melalui tipe sel getah bening yang berkembang menjadi ganas.

Gejala

Secara umum, gejala dan ciri-ciri kanker kelenjar getah bening yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

1. Pembengkakan di kelenjar getah bening

Limfoma atau kanker getah bening merupakan jenis kanker darah yang berkembang di sistem limfatik. Sistem limfatik ini tersebar di seluruh tubuh yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang belakang, dan kelenjar timus.

Ketika terjadi limfoma, sel limfosit yang abnormal berkembang dan menumpuk di kelenjar getah bening. Hal ini kemudian dapat menyebabkan pembengkakan di kelenjar getah bening, terutama di area leher, bawah ketiak, atau selangkangan.

Kelenjar getah bening yang bengkak ini umumnya berbentuk bulat, terasa lunak, bisa bergerak saat disentuh, dan umumnya tidak terasa sakit. Meski demikian, beberapa pasien mengeluhkan sakit pada benjolan tersebut, terutama setelah mengonsumsi alkohol.

Namun, perlu diketahui, pembengkakan di kelenjar getah bening tidak selalu merupakan ciri-ciri penyakit kanker getah bening. Kondisi ini bisa juga merupakan gejala infeksi lain, seperti flu, infeksi kulit, atau karena mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi yang ringan umumnya akan kembali normal dalam 2-3 minggu. Namun, bila pembengkakan yang Anda alami tidak kunjung membaik hingga melebihi waktu tersebut atau justru bertambah besar, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Kelelahan yang tidak kunjung hilang

Anda mungkin akan merasakan kelelahan setelah seharian beraktivitas. Pada kondisi ini, istirahat dan tidur biasanya sudah cukup untuk mengembalikan energi Anda.

Namun, bila rasa lelah Anda terus menerus terjadi dan tak kunjung hilang, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter. Hal ini tidak selalu sebagai tanda atau gejala dari kanker kelenjar getah bening, tetapi tidak ada salahnya untuk mencari tahu penyebab dari kondisi tersebut.

3. Demam dan berkeringat pada malam hari

Demam bisa terjadi karena adanya infeksi di dalam tubuh Anda. Namun, demam bisa muncul karena kanker getah bening atau limfoma. Pasalnya, sel limfoma dapat menghasilkan zat kimia tertentu yang meningkatkan suhu tubuh Anda.

Dilansir dari Lymphoma Action, limfoma bisa menyebabkan kenaikan suhu tubuh hingga ke 38°C. Biasanya, demam sebagai ciri-ciri kanker kelenjar getah bening akan datang dan pergi secara terus-menerus.

Demam ini pun bisa menyebabkan tubuh Anda berkeringat pada malam hari saat tertidur. Keringat yang Anda keluarkan bisa cukup parah hingga membasahi pakaian yang Anda kenakan dan sprei kasur Anda.

4. Penurunan berat badan tanpa alasan tertentu

Gejala dan tanda kanker kelenjar getah bening lainnya, yaitu penurunan berat badan yang terjadi secara cepat, dalam jangka waktu pendek, meski Anda sedang tidak melakukan diet. Hal ini umumnya terjadi pada jenis limfoma yang agresif, atau dengan sel kanker yang berkembang secara cepat.

Kondisi ini bisa terjadi karena sel limfoma atau kanker akan menghabiskan sumber energi di dalam tubuh Anda. Selain itu, tubuh Anda pun akan menggunakan banyak energi untuk menyingkirkan sel-sel kanker.

Umumnya, berat badan penderita limfoma akan turun lebih dari 10 persen dari total berat badannya, dalam jangka waktu 6 bulan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera hubungi dokter bila ini terjadi pada Anda.

5. Kulit gatal-gatal

Kulit yang gatal bisa terjadi karena beberapa hal, seperti alergi atau kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau psoriasis. Namun, kulit yang gatal pun bisa menjadi salah satu ciri-ciri dari penyakit kanker kelenjar getah bening.

Hal ini umumnya terjadi pada 1 dari 3 orang dengan limfoma Hodgkin dan 1 dari 10 orang dengan limfoma non-Hodgkin. Area kulit yang terasa gatal umumnya di sekitar kelenjar getah bening yang terkena sel kanker, di kaki bagian bawah, atau di seluruh tubuh.

Hal ini bisa terjadi karena zat kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh, sebagai reaksi terhadap sel kanker. Zat ini mengiritasi saraf di kulit Anda hingga menimbulkan rasa gatal.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1691560036199_1691560047

Share and Care

Buta Warna: Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengatasinya

Mediana.id - Buta warna adalah suatu kondisi yang membuat seseorang tidak bisa melihat warna secara normal. Orang yang buta warna biasanya sulit membedakan warna tertentu, seperti merah, hijau, biru,
1664032451763_1664032472

Keluarga

Kenali Gejala Kanker Getah Bening

SIAPBELAJAR.COM - Kanker getah bening atau limfoma merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Limfoma dapat memenga
1662096633643_1662096729

Share and Care

Kenali Gejala Gejala Penyakit HIV

SIAPBELAJAR.COM- Apa itu HIV? HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus, yakni jenis virus yang menyerang sel kekebalan tubuh yang disebut sel CD4. Ini adalah jenis sel darah putih yang b
1660916368466_1660916391

Keluarga

Gejala Usus Buntu Yang Perlu di Waspadai

SIAPBELAJAR.COM - Penyakit usus buntu atau apendisitis, merupakan kondisi peradangan pada usus buntu (apendiks). Perlu diketahui bahwa usus buntu merupakan organ berbentuk kantong yang tersambung ke u
1659778466298_1659778481

Trending

Pasien Cacar Monyet: Perlu Ada Edukasi Mengenai Gejala Virus Cacar Monyet

SIAPBELAJAR.COM - Lebih banyak orang harus mengetahui mengenai gejala cacar monyet. Seorang pria dari West Yorkshire telah memperingatkan hal tersebut setelah dia dirawat di rumah sakit karena virus