Mediana.id - Jambore Pramuka Dunia adalah acara pendidikan luar ruangan yang diikuti oleh puluhan ribu anggota Pramuka berusia 14 hingga 17 tahun dari berbagai negara. Acara ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali oleh Organisasi Kepanduan Sedunia (World Organization of the Scout Movement) dengan tujuan untuk mempromosikan persaudaraan, persahabatan, dan perdamaian antara Pramuka dari seluruh dunia .
Jambore Pramuka Dunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1920 di Olympia London, Inggris, dengan dihadiri oleh sekitar 8.000 anggota Pramuka dari 34 negara. Ide acara ini dicetuskan oleh Robert Baden-Powell, yang dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia. Ia membayangkan sebuah acara untuk menjadi wadah bagi gerakan Pramuka dari seluruh dunia .
Sejak itu, Jambore Pramuka Dunia telah diselenggarakan sebanyak 24 kali di berbagai negara, seperti Belanda, Prancis, Jepang, Kanada, Australia, Swedia, dan lain-lain. Jambore Pramuka Dunia dengan peserta terbanyak terjadi saat penyelenggaraan Jambore Dunia ke-22 yang diselenggarakan pada tahun 2011 di Rinkaby, Swedia, dengan jumlah peserta sekitar 40.062 orang .
Jambore Pramuka Dunia ke-25 sedang berlangsung di SaeManGeum, Jeollabuk-do, Korea Selatan, pada tanggal 1-12 Agustus 2023. Jambore Dunia tahun ini mengusung tema ‘Draw Your Dream’, yang merepresentasikan bagaimana ide anak muda dapat menciptakan peluang dalam mewujudkan impian Jambore mereka dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Program yang diselenggarakan antara lain Kepanduan untuk Kehidupan (Scouting for Life), Cerdas & Ilmiah (Smart & Scientific), Aman & Terjamin (Safe & Secure), Keberlanjutan (Sustainability), dan ACT (Adventure, Culture, Traditional) . Momentum Jambore Dunia 2023 ini sekaligus bertepatan dengan perayaan 100 tahun Asosiasi Pramuka Korea.
Jambore Pramuka Dunia adalah acara yang berisi berbagai kegiatan pendidikan, petualangan, budaya, dan tradisional yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap para peserta. Beberapa contoh kegiatan yang ada di Jambore Pramuka Dunia adalah: berkemah, berlayar, bersepeda, memanah, memanjat, menari, menyanyi, memasak, berkebun, dan lain-lain .
Jambore Pramuka Dunia juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk bertemu dan berinteraksi dengan anggota Pramuka dari negara-negara lain. Mereka dapat saling bertukar pengalaman, cerita, budaya, dan bahasa. Mereka juga dapat belajar tentang isu-isu global dan lokal yang berkaitan dengan perdamaian, lingkungan, kesehatan, hak asasi manusia, dan lain-lain .
Jambore Pramuka Dunia memiliki motto “One World One Promise”, yang artinya “Satu Dunia Satu Janji”. Motto ini menggambarkan komitmen para peserta untuk menjaga nilai-nilai Pramuka dan berkontribusi untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik .
Jambore Pramuka Dunia memiliki lambang resmi yang terdiri dari tiga elemen utama: bunga mawar Korea (mewakili Korea Selatan sebagai tuan rumah), bintang lima sudut (mewakili lima benua), dan lencana Pramuka (mewakili gerakan Pramuka dunia). Lambang ini juga memiliki warna-warna yang melambangkan impian, harapan, keberanian, dan persahabatan.
Jambore Pramuka Dunia memiliki lagu resmi yang berjudul “Dreams for Tomorrow”, yang diciptakan oleh komposer Korea Selatan Lee Dong-jun. Lagu ini memiliki lirik dalam bahasa Inggris dan Korea yang menggambarkan semangat para peserta untuk bermimpi dan beraksi untuk masa depan. Mediana.id
