Mediana.id - Buta warna adalah suatu kondisi yang membuat seseorang tidak bisa melihat warna secara normal. Orang yang buta warna biasanya sulit membedakan warna tertentu, seperti merah, hijau, biru, atau kuning. Buta warna bisa disebabkan oleh faktor genetik, penyakit, obat-obatan, zat kimia, cedera, atau penuaan. Buta warna adalah suatu gangguan yang bersifat seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan.
Berikut ini adalah artikel yang SEO friendly tentang buta warna:
Apa itu Buta Warna?
Buta warna adalah suatu gangguan penglihatan yang membuat seseorang tidak bisa melihat warna secara normal. Orang yang buta warna biasanya sulit membedakan warna tertentu, seperti merah, hijau, biru, atau kuning. Hal ini terjadi karena sel-sel kerucut di retina mata yang berfungsi untuk menangkap spektrum warna mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik.
Buta warna bisa bersifat parsial atau total. Buta warna parsial adalah kondisi di mana seseorang hanya kesulitan membedakan beberapa warna tertentu. Buta warna total adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa melihat warna sama sekali dan hanya bisa melihat hitam, putih, dan abu-abu.
Buta warna lebih sering dialami oleh pria daripada wanita. Hal ini karena buta warna seringkali diturunkan dari orang tua ke anak melalui kromosom X. Pria hanya memiliki satu kromosom X, sedangkan wanita memiliki dua kromosom X. Jika pria mewarisi kromosom X yang mengandung gen buta warna, maka ia akan menderita buta warna. Sedangkan jika wanita mewarisi kromosom X yang mengandung gen buta warna, maka ia akan menjadi pembawa gen buta warna dan hanya akan menderita buta warna jika ia mewarisi dua kromosom X yang sama-sama mengandung gen buta warna.
Apa Penyebab Buta Warna?
Buta warna bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Faktor genetik. Buta warna seringkali diturunkan dari orang tua ke anak melalui kromosom X. Jika seseorang mewarisi kromosom X yang mengandung gen buta warna, maka ia akan menderita buta warna. Buta warna turunan biasanya bersifat permanen dan tidak berubah seumur hidup.
- Faktor penyakit. Beberapa penyakit yang bisa menurunkan kemampuan melihat warna adalah anemia sel sabit, diabetes, degenerasi makula, penyakit Alzheimer, multiple sclerosis, glaukoma, penyakit Parkinson, leukemia, atau kecanduan alkohol.
- Faktor obat-obatan. Beberapa obat-obatan yang bisa menimbulkan efek samping berupa buta warna adalah digoxin, ethambutol, phenytoin, sildenafil, dan hydroxychloroquine.
- Faktor zat kimia. Beberapa zat kimia yang bisa merusak sel-sel kerucut mata adalah carbon disulfide yang digunakan dalam industri rayon, atau styrene yang dimanfaatkan dalam industri plastik dan karet.
- Faktor cedera. Cedera pada mata akibat kecelakaan atau benturan bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel kerucut mata.
- Faktor penuaan. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata dalam menangkap cahaya dan warna akan menurun sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam membedakan warna. Kondisi ini akan lebih buruk pada seseorang yang menderita penyakit katarak.
Bagaimana Cara Mendiagnosis Buta Warna?
Buta warna bisa didiagnosis dengan melakukan tes penglihatan warna. Tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik seseorang dapat membedakan spektrum warna tertentu. Ada beberapa jenis tes penglihatan warna yang umum digunakan, antara lain:
- Tes Ishihara. Tes ini menggunakan piringan-piringan berwarni yang berisi angka-angka atau simbol-simbol yang terbuat dari titik-titik berwarna. Seseorang yang buta warna akan kesulitan atau tidak bisa melihat angka-angka atau simbol-simbol tersebut.
- Tes Farnsworth-Munsell 100 Hue. Tes ini menggunakan 100 buah kapsul berwarna yang harus disusun sesuai dengan urutan warna. Seseorang yang buta warna akan membuat kesalahan dalam menyusun kapsul-kapsul tersebut.
- Tes Anomaloskop Nagel. Tes ini menggunakan alat yang menghasilkan cahaya berwarna yang harus disesuaikan dengan warna standar. Seseorang yang buta warna akan membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda dari orang normal untuk mencocokkan warna standar.
Bagaimana Cara Mengobati Buta Warna?
Buta warna adalah suatu kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu seseorang yang buta warna beradaptasi dengan lingkungannya, antara lain:
- Menggunakan kacamata atau lensa kontak khusus yang bisa meningkatkan kontras dan memperjelas warna tertentu. Kacamata atau lensa kontak ini biasanya memiliki filter berwarna merah, hijau, atau ungu.
- Menggunakan aplikasi atau perangkat elektronik yang bisa mengubah warna menjadi suara, bentuk, atau kode. Aplikasi atau perangkat ini bisa membantu seseorang yang buta warna mengenali warna dengan cara lain.
- Mempelajari cara-cara untuk membedakan warna tanpa mengandalkan penglihatan, misalnya dengan merasakan tekstur, mencium aroma, atau mengetahui nama-nama benda.
- Mencari bantuan dari orang lain yang bisa melihat warna dengan normal, misalnya keluarga, teman, guru, atau dokter.
