Pahami Kecakapan 6C dalam Pembelajaran Abad 21, Ubah Pendekatan Mengajar

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1664528351753_1664528458

Pendekatan pengajaran perlu diubah menjadi berpusat pada siswa

SIAPBELAJAR.COM – Para guru dituntut menguasai perkembangan abad ke-21 serta terus mengasah dan meningkatkan keterampilan diri untuk memenuhi tuntutan global, kehidupan, dan pekerjaan. Tugas guru bukan hanya merancang pembelajaran untuk penguasaan materi, tetapi juga memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan lain yang dibutuhkan.

Prof. Suzanne Choo Shen Li dari National Institute of Education, Singapura, menjelaskan, penguasaan dua keterampilan interpersonal, yakni karakter (character) dan kewarganegaraan (citizenship) penting bagi siswa.

“Kini kita berada pada era hiper-globalisasi. Pemerintah dan pemangku kebijakan sadar bahwa siswa perlu bersiap menjadi warga global. Jika kita hanya melatih siswa dengan 4C, mereka tidak akan memiliki karakter. Oleh karena itu, karakter dan kewarganegaraan menjadi landasan atau nilai penting dari kecakapan abad ke-21,” papar Suzanne.

Kecakapan 6C

Berbicara dalam webinar yang digelar SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL), Kamis (29/9), Suzanne menuturkan, dalam pembelajaran bahasa, penerapan kecakapan karakter dan kewarganegaraan dapat dilatih salah satunya melalui pemberian materi belajar yang faktual.

Sebagai contoh, guru dapat memberikan teks sastra sebagai jembatan pengembangan karakter melalui proses menganalisis, mengkritisi, dan mendiskusikan naskah tersebut.

Dengan penambahan peran kecakapan tersebut, keenam kecakapan abad ke-21 kemudian dikenal dengan istilah 6C, yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

Salah satu ciri dari implementasi kecakapan 6C dalam pengajaran bahasa di abad ke-21 adalah munculnya aspek humanis dalam pendidikan, seperti pendidikan dan kurikulum yang berpusat pada nilai dan karakter, tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan materi mata pelajaran.

Para pembicara dalam webinar tersebut menegaskan, pendekatan pengajaran perlu diubah menjadi berpusat pada siswa. Walaupun ada berbagai macam metode dan media pengajaran, guru bahasa perlu memperhatikan sumber belajar yang kontekstual dan relevan.

Melalui pembelajaran kontekstual, siswa diharapkan tidak hanya dapat belajar bahasa, tetapi juga belajar menggunakan bahasa yang dipelajarinya dengan lebih bermakna dan berkaitan dengan lingkungan sekitar. Secara bersamaan, proses belajar tersebut turut terdorong siswa untuk menjadi warga negara yang humanis dalam masyarakat global abad ke-21. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1690947206782_1690946649

Share and Care

INFO KIP KULIAH

Mediana.id - Info KIP Kuliah: Program Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi dari PemerintahAnda lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS
1680763817820_1680763661

Saintek

Peningkatan Jumlah Mahasiswa Internasional di Belanda

SIAPBELAJAR.COM - Belanda telah menyaksikan peningkatan pendaftaran mahasiswa internasional selama 15 tahun terakhir dan total sebanyak 85.500 mahasiswa internasional belajar di Universitas dan Per
1680612460444_1680612304

Saintek

Pemerintah Norwegia Alokasikan Dana untuk Asrama Mahasiswa Baru

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah Norwegia mengumumkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana untuk membangun 1.650 asrama mahasiswa baru dalam upaya mengurangi tekanan pada pasar persewaan swasta.Men